




Sejak 2023, kehadiran kuorum saat RUPS diatas 70%. Ada pemilik saham di luar pengendali yang punya saham LPPF dalam jumlah banyak. Atau justru mereka sendiri pakai nama orang lain?




Riwayat Komposisi Pemegang Saham




Tahun | Total Lembar | Auric Digital Retail | Multipolar | Publik (<5%) | Treasury |
2021 | 2,626,148,780 | 840,776,696 (32.02%) | 509,992,000 (19.42%) | 1,041,800,684 (39.67%) | 77,234,000 (2.94%) |
2022 | 2,364,423,580 | 879,846,896 (37.21%) | 209,992,000 (8.88%) | 1,206,311,284 (51.02%) | 68,273,400 (2.89%) |
2023 | 2,260,292,880 | 960,021,796 (42.47%) | 209,992,000 (9.29%) | 1,089,279,084 (48.19%) | 1,000,000 (0.04%) |
2024 | 2,259,292,880 | 960,021,796 (42.49%) | 209,992,000 (9.29%) | 1,088,265,484 (48.18%) | 1,013,600 (0.04%) |
Peristiwa (pembayaran) | DPS | Cum | Saham Auric yg dipakai untuk hitung | Dividen ke Auric |
29 Apr 2025 (FY2024) | Rp300 | 21 Apr 25 | 960,021,796 (per 31/12/2024) | Rp288.006.538.800 |
29 Apr 2024 (FY2023) | Rp200 | 19 Apr 24 | 960,021,796 (per 31/12/2023) | Rp192.004.359.200 |
17 Apr 2023 (FY2022) | Rp525 | 6 Apr 23 | 879,846,896 (per 31/12/2022) | Rp461.919.620.400 |
28 Apr 2022 (FY2021 – final) | Rp250 | 13 Apr 22 | 840,776,696 (per 31/12/2021) | Rp210.194.174.000 |
2 Des 2021 (FY2021 – interim) | Rp100 | 10 Nov 21 | 840,776,696 (per 31/12/2021) | Rp84.077.669.600 |
Total dividen yang diterima Auric sejak 2021 adalah Rp1.236.202.362.000 (Rp1,236 triliun)
SSSG


SSSG tumbuh di 2021 dan 2022 lalu turun lagi di 2024 dan 2024. Bagaimana di 2025 ini?


Di tahun 2024 70% penjualan LPPF datangnya dari konsinyasi, berbeda dengan 2020 yang konsinyasinya “hanya” 63,8%. Apakah pergesaran tren segmen penjualan ini disengaja?
Pengertian Consignment dan Direct Purchase
Consignment (Konsinyasi)
Pada model bisnis konsinyasi, LPPF bertindak sebagai perantara yang menyediakan ruang di toko untuk brand/vendor menitipkan barang dagangannya. Karakteristik utama konsinyasi:
- LPPF tidak membeli stok barang dari vendor
- Kepemilikan barang tetap pada vendor/pemasok hingga terjual
- LPPF memperoleh komisi (margin) dari setiap penjualan
- Risiko inventori rendah karena barang yang tidak terjual dapat dikembalikan ke vendor
- LPPF tidak mencatat nilai persediaan konsinyasi di neraca
Direct Purchase (Pembelian Langsung)
Pada model direct purchase, LPPF membeli barang secara langsung dari vendor/pemasok. Karakteristik utama direct purchase:
- LPPF membeli dan memiliki stok barang secara penuh
- Kepemilikan dan risiko inventori berpindah ke LPPF
- LPPF mencatat nilai persediaan di neraca
- Margin keuntungan potensial lebih tinggi dibandingkan konsinyasi
- Risiko inventori lebih tinggi, termasuk risiko barang tidak terjual
Mayoritas penjualan LPPF berasal dari model konsinyasi, yang memungkinkan perusahaan memiliki variasi produk yang luas dengan risiko inventori yang lebih rendah. Model direct purchase digunakan terutama untuk produk-produk private label (merek eksklusif LPPF) dan barang-barang tertentu yang potensial menghasilkan margin lebih tinggi.
Buyback



Sejak pengumuman akan buyback dari 4 Maret sampai sekitar 19 Maret harga saham LPPF dibawah Rp2.000 per lembar, tapi pihak LPPF malah baru buyback di harga Rp2,000 di Bulan April 2025


Kemungkinan transaksi buyback terjadi di sekitar tanggal 11 Apr - 21 Apr. Karena transaksinya cocok ada di kisaran harga Rp2,000-an dan total value transaksinya sekitar 20-60M. Anehnya harga seakan gak bergerak ke mana-mana. Selanjutnya harga mulai drop lagi ke Rp1,600 namun anehnya LPPF tidak buyback lagi.
Rp2,000 selembar dibeli tapi pas Rp1,600 selembar di diemin gitu aja. Padahal uangnya masih sisa sekitar 78 M
Arus Kas Bersih

Walaupun SSSG mengalami penurunan di tahun 2023 dan 2024, LPPF selalu menghasilkan arus kas bersih positif (2T+1,8T = 3,8T) yang jumlahnya bahkan lebih besar daripada market cap LPPF yang per 27 Agustus 2025 ini = 3,64T (Rp1,610/lembar)



Kesimpulan sementara: Pada harga saat ini (Rp1,610/lembar), kita bisa anggap pembelian kita lebih bijak dibandingkan pengendali LPPF yang melakukan buyback di harga Rp2,000. Dividend juga terlihat menjanjikan—jika sama seperti tahun lalu (Rp300/lembar), yield-nya mencapai sekitar 18,6%. Bahkan jika hanya Rp200 per lembar, yield-nya masih sekitar 12,4%, yang masih tergolong sangat baik. Namun alangkah lebih baiknya lagi kalau bisa beli di harga lebih bawah lagi dan sembari menunggu mari kita lengkapi catatan jurnal investasi ini
Update Pembelian Saham LPPF
10 September - Inisiasi posisi di LPPF @1.575



