11 November - Jual PJHB, LPPF | Beli AMRT

11 November - Jual PJHB, LPPF | Beli AMRT

image

Ada 3 action yang gue lakukan hari ini dan akan gue coba jelaskan satu per satu

1. Penjualan Saham PJHB

Saham PJHB yang baru kita beli saat IPO memang seharusnya diperlakukan seperti saham IPO pada umumnya, kita membeli hanya untuk memanfaatkan kegilaan pasar yang terjadi. Mantranya selalu sama: Kalau lebih banyak yang mau beli maka harga saham akan naik. Begitu juga sebaliknya.

Riwayat pembelian saham IPO di PP
Riwayat pembelian saham IPO di PP

Dari Januari hingga November 2025, PP berhasil mengumpulkan capital gain Rp4.157.300 hanya dari saham IPO. Nilainya sangat signifikan, mengingat total realized gain kita tahun ini "hanya" sekitar Rp10,5 juta. Artinya, sekitar 40% return kita berasal dari IPO. Tentu ini gak bisa kita anggap sebelah mata. Untuk portofolio yang dananya terbatas, saham IPO nampaknya bisa jadi pilihan. Namun untuk yang dananya sudah lebih besar, strategi beli saham IPO mungkin gakakan terlalu signifikan dalam mengangkat nilai portofolio.

💡

Tentu gak semua IPO kita ikuti, karena gak semuanya “baik”

2. Penjualan Saham LPPF

🌻10 September - Inisiasi posisi di LPPF @1.575

Matahari pertama kali masuk di dalam Portofolio Palsu sekitar 2 bulan yang lalu.

Salah satu alasan besarnya adalah karena dividennya:

“Empat periode terakhir LPPF bagi dividen di bulan April. Kalau tahun depan (2026) bisa bagi dividen di bulan April juga (7 bulan dari sekarang) yang besarannya misal Rp300 per lembar maka dengan harga sahamnya hari ini di Rp1.570 artinya…” -10 September 2025

Kemudian gue melakukan estimasi dividen yang mungkin bisa perusahaan keluarkan di tahun 2025 ini

image

Dengan asumsi EPS sekitar Rp300, LPPF mungkin bisa mengeluarkan dividen Rp250 di bulan April 2026

Ternyata hasil Q3 tidak seburuk estimasi awal. “Hanya” -Rp1,28

image

Tentu LPPF masih bisa sesuai-rencana-awal membagikan dividen Rp250/lembar karena EPS Q4 seringkali tinggi karena ada event lebaran dan tahun baru (musim belanja baju baru)

💡

Rp1.575 (Harga beli September 2025) + Rp250 (Estimasi Dividen April 2026) = Rp1.825 otomatis menjadi “target harga” gue pribadi ketika beli saham LPPF ini. Keuntungan +15,8% dalam waktu 7 bulan sangatlah realistis

image

Dalam waktu 2 bulan (10 September - 11 November) harga saham LPPF +Rp180 (+11,4% capital gain, net sekitar +10,9%)

Kenapa LPPF di jual? Dividen juga belum dapat? Baru +Rp180 dari harga beli juga 🤔. Alasannya:

  1. Porsi LPPF terlalu kecil dibanding total portofolio, hanya 1%.
  2. Saham AMRT dalam portofolio nilainya masih negatif dan porsinya baru sekitar 1% juga. Dengan melakukan switching ini maka porsi AMRT bisa jadi 2% dengan harga pembelian yang lebih baik.
  3. 15,8% dalam 7 bulan vs 10,9% dalam 2 bulan bukanlah hal yang buruk. Kita ambil returnnya “lebih cepat” dari perhitungan awal

3. Pembelian Saham AMRT (Average Down)

Tujuan dari penjualan PJHB dan LPPF adalah untuk merampingkan jumlah portofolio dalam PP

image
image

Setelah penjualan tersebut saham yang ada di PP berjumlah 9 (selain PJHB-W) dengan porsi terbesar masih di ASSA dan uang cash sebesar 2,33% portofolio

Porsi AMRT di PP bisa melebar hingga 5% kalau memang harga yang ditawarkan oleh pasar menarik. Saat ini PE AMRT sekitar 25x, tidak mahal juga tidak murah. Memang sudah semestinya perusahaan berkinerja baik harganya premium di pasar.

image

Ada pertanyaan menarik saat diskusi minggu lalu 8 November 2025:

❓

Gimana kalau AMRT nasibnya sama seperti ACES yang PER nya turun terus?

🔒 Khusus member · Tonton di YouTube

Bisa langsung cek menit 02:25:40

Timestamp: 01:25 Saham GPM Tipis = Harus dihindari? (Case BUAH) 21:22 Perusahaan KMDS GPM NPM tebal. Produknya apa? 26:58 Kalau Amerika crash apa ada saham yang menarik di sana? 36:19 Apakah emiten kesehatan capex-nya selalu tinggi? (Case PRDA) 45:04 BEKS mau disetor modal sama Bank Jatim? Gak mau ikut spekulasi? 46:54 Saham Konglo seperti SIMP yang PER, PBV rendah. Gak tertarik untuk masuk Portofolio Palsu? 57:02 Saham GMFI untuk jangka panjang apa jangka pendek? & Apa alasannya? 01:16:52 Mengapa pendekatan untuk Saham IPO berbeda-beda? Apa yang kita harus perhatikan? 01:24:26 Di PP ada AMRT, Laporan Q3 turun, di Rp1.910 masih worth it? 01:33:26 Tertarik sama saham WIRG, tapi hutangnya banyak. Ada tanggapan? 01:45:22 Pernahkah lihat tentang Copper to Gold Ratio? 01:52:00 Saham GJTL lagi diakumulasi Pak LKH. Perlu kita curigai? | Apakah saham JATI menarik? 02:12:26 Saham IKBI, jualan kabel, laba naik, apakah menarik? atau hanya laba-laba-an? 02:25:40 Gimana kalau AMRT nasibnya sama seperti ACES yang PER nya turun terus? 02:36:12 PZZA di Q3 aktif bayar utang. Apakah ada waktu tertentu untuk bayar utang? 02:46:34 Apa aja yang harus diperhatian di perusahaan tambang batu bara? (Case ITMG) 02:55:13 CBDK dibeli oleh pengendalinya. Ada kepentingan kah? 03:09:56 Perusahaan KKGI tambangnya longsor, apakah akan turn around saat masalahnya selesai? 03:14:16 Closing