

Berapa Jumlah Lot yang diperebutkan?
Kalau kita punya asumsi 1 orderan pesan 10 lot maka dana yang terkumpul sejauh ini adalah sekitar 132 miliar IDR. (400.000 order x 1.000 lembar x Rp330). Kebutuhan dana PJHB di IPO kali ini “hanya” :

Pasar modal adalah tempat paling baik untuk bisa dapat dana dari masyarakat

PJHB masuk ke kategori Penawaran Umum Golongan I karena “hanya” butuh dana 158,4 miliar dalam IPO ini. Sehingga jatah untuk E-IPO ini baik ritel ataupun bukan ritel hanya 20 miliar. Lalu 138,4 miliarnya lagi dapat darimana? Dari penjatahan pasti atau Fixed Allotment
Siapa yang bisa dapat penjatahan pasti?
- Investor institusi 💰(reksa dana, dana pensiun, asuransi, family office, dsb)
- Kadang juga investor individu prioritas 😎 yang sudah masuk daftar tertentu (misal nasabah premium di sekuritas yang bekerja sama)
- Tapi bukan investor ritel e-IPO biasa kayak kita
Jadi di case PJHB kali ini kita (ritel dan bukan ritel) bertarung untuk mendapatkan kurang lebih 606.060 lot saja. 4.193.940 lotnya lagi? Itu bagiannya para mereka yang dapet Fixed Allotment!
Berarti dikit banget dong jatah yang diperebutkan oleh 400rb orderan ini?!
Betul! Dengan asumsi 400.000 orderan itu kalau masing-masing “hanya” order 10 lot aja dana yang terkumpul udah 132 miliar sendiri 🤔. Sementara kebutuhan dana nya hanya 20 miliar!
Tapi ternyata ada peraturan tambahan untuk mengantisipasi “membludaknya” orderan. Yaitu: Kalau ada banyak pesanan, akan ada penyesuaian dalam penjatahan. Lihat catatan di bawah ini:

Karena PJHB masuk Golongan Penawaran Umum I, alokasi yang awalnya "hanya" 15% untuk ritel dan non-ritel bisa disesuaikan menjadi 17,5%, 20%, atau bahkan 25%. Berdasarkan apa? Berdasarkan kelebihan pemesanan.
Kalau semua orang dari 400rb orderan itu pesan 10 lot maka akan terkumpul dana 132 miliar. Kebutuhan dana? 20 miliar. Sehingga IPO PJHB ini “kelebihan” 6,6x dari jatah yang bisa publik (ritel dan bukan ritel) dapatkan. Inilah yang disebut sebagai “oversubscribe 6,6x”
Pertanyaannya: Seberapa yakin kita kalau masing-masing orderan itu isinya “hanya” 10 lot? Saya pribadi mungkin nebaknya rata-rata pesanan itu isinya 30 lot atau masing-masing orderan rata-rata pesen 990 ribu rupiah alias sekitar 1 juta rupiah. Dari mana angka 30? ngasal aja.
Jika rata-rata pesanan adalah 30 lot, maka dana yang terkumpul dari 400 ribu orderan mencapai sekitar 396 miliar, atau kita bulatkan menjadi 400 miliar. Kebutuhan dana? Hanya 20 miliar. Artinya oversubscribe 20x.

Misalkan kita anggap ada penyesuaian dari 15% menjadi 20% untuk ritel dan bukan ritel. Dari 4,8 juta lot saham yang ditawarkan, kini tersedia 960.000 lot yang kita perebutkan.
Kemudian ada peraturan tambahan:

Dari 960.000 lot yang diperebutkan ritel dan bukan ritel. Ritel hanya dapat 1/3 bagian dari angka tersebut. Artinya adalah..
📊 Dasar perhitungan
- Total saham IPO: 480.000.000 lembar = 4.800.000 lot
- Harga penawaran: Rp330
- Alokasi Pooling (20%): 96.000.000 lembar = 960.000 lot
- Alokasi Fixed Allotment (80%): 384.000.000 lembar = 3.840.000 lot
- Rasio Ritel : Non-Ritel = 1 : 2
🧮 Pembagian alokasi pooling
Kategori Investor | Rasio | % dari Total IPO | Jumlah Saham | Dalam Lot |
Ritel (≤ Rp100 jt) | 1/3 | 6,67% | 32.000.000 lembar | 320.000 lot |
Non-Ritel (> Rp100 jt) | 2/3 | 13,33% | 64.000.000 lembar | 640.000 lot |
Total Pooling | 1 | 20% | 96.000.000 lembar | 960.000 lot |
Fixed Allotment (institusi/prioritas) | — | 80% | 384.000.000 lembar | 3.840.000 lot |
TOTAL IPO | — | 100% | 480.000.000 lembar | 4.800.000 lot |
🔍 Implikasinya
- Ritel (yang order kurang dari Rp100 juta) berebut di kolam 320.000 lot.
- Non-ritel (yang order lebih dari Rp100 juta) berebut di kolam 640.000 lot.
- Anggap dari 400 ribu orderan itu, 15% adalah non-ritel (sekitar 60 ribu order). Sisanya ritel: 340 ribu order.
- Hanya ada 320.000 lot untuk 340 ribu orderan ritel. Jadi rata-rata ritel kemungkinan cuma dapat 1 lot.
- Sedangkan non-ritel (pesanan > Rp100 juta) punya kolam 640.000 lot dengan pemesan jauh lebih sedikit (60rb order). Tapi untuk di non-ritel pembagiannya akan tergantung persentase, bukan dipukul rata sekian lot.
Dari perhitungan di atas gue pikir justru PJHB bisa oversubscribe >25x (atas dasar 400rb orderan) sehingga alokasi ke publik mungkin bisa jadi 25% atau sekitar 400 ribu lot jatah ritel dan 800 ribu lot jatah non-ritel (Total 1,2 juta lot dilepas saat E-IPO, 3,6 juta lot sisanya untuk Penjatahan Pasti)

Kalau kita anggap SELURUH orderan (400rb) isinya ritel semua alias pesan dibawah 100jt (ada yang cuma pesen 1 lot Rp33.000, ada yang pesan 3.030 lot Rp99,990,000) maka masing-masing dari mereka hanya akan dapat 1 lot aja. Ini angka yang sangat ekstrem.
PP melakukan spekulasi di saham PJHB ini dengan ikut beli 5 lot saham saat IPO
Posisi Order Saat Ini 19:29
