πŸ›«

9 Oktober - Spekulasi di Saham GMFI

πŸ”‘

Dalam jangka pendek yang menentukan harga saham hanyalah berapa banyak yang mau jual dan berapa banyak yang mau beli. Kalau banyakan yang mau beli maka harga saham akan naik, begitu juga sebaliknya.

Harga Saham GIAA 8 Oktober 2025

image

Cara baca:

  1. Total yang mau beli GIAA diharga Rp96 ada 6,29 juta lot
  2. Total yang mau jual estimasinya ada di 1,3 juta lot (IEV)
  3. Value transaksi yang sudah terjadi ada 24,9 miliar dan 2,59 juta lot di harga rerata Rp96

Kenapa banyak orang antri mau beli GIAA?

image

Isunya adalah tidak kurang dari 30 triliun akan disuntikkan oleh Danantara supaya GIAA nggak mati begitu aja. Kenapa? Ini airlines kebanggaan Indonesia nggak mungkin dibiarkan mati.

Di harga Rp96 per lembar, market cap GIAA ada di sekitar 8,78 triliun
Di harga Rp96 per lembar, market cap GIAA ada di sekitar 8,78 triliun

Tidak sulit untuk menganggap orang-orang akan berspekulasi: β€œMasa iya di suntik 30 T market cap GIAA gak nyampe 10 T? Minimal naik 3x lipat lah!”

Orang-orang seakan lupa kalau GIAA udah berkali-kali diinjeksikan dana at least dari tahun 2020, informasi seperti ini kita tinggal minta ChatGPT aja untuk merangkum.
Orang-orang seakan lupa kalau GIAA udah berkali-kali diinjeksikan dana at least dari tahun 2020, informasi seperti ini kita tinggal minta ChatGPT aja untuk merangkum.

Private Placement Danantara 1,8 miliar USD

image

Berdasarkan tabel yang dibuat oleh ChatGPT, kita dapat mengolah datanya dan menggabungkannya dengan informasi dari media online untuk menarik kesimpulan:

  1. Pinjaman 405 juta USD di fase 1 akan dikonversi jadi saham GIAA oleh Danantara. Jadi GIAA gak mesti bayar lagi.
  2. Ada tambahan 1,4 miliar USD lagi cash keras yang diinjeksi langsung (disebut Private Placement) ke GIAA sehingga porsi kepemilikan Danantara di GIAA makin tinggi lagi. (Pemilik saham lain terdilusi alias berkurang porsinya)

Uang fase 1 dan fase 2 itu untuk kebutuhan berikut:

image

Alokasi penggunaan dana PMTHMETD Garuda Indonesia (total sekitar USD 1,85 miliar / ~Rp 30,3 triliun):

  • 🟦 29% β†’ Modal kerja & operasional Garuda (termasuk perawatan & perbaikan pesawat)
  • 🟩 37% β†’ Peningkatan modal Citilink (modal kerja & operasional)
  • πŸŸ₯ 22% β†’ Ekspansi armada Garuda & Citilink
  • πŸŸͺ 12% β†’ Peningkatan modal Citilink untuk bayar utang ke Pertamina (2019–2021)
Kepemilikan saham GIAA
Kepemilikan saham GIAA

Manajemen mengingatkan, usai dilaksanakannya PMTHMETD, maka pemegang saham publik dapat terdilusi dari semula sebesar 27,46% menjadi sebesar 5,03%.

Kepemilikan saham GIAA pasca Private Placement (alias PMTHMETD)

β€£

Estimasi dari ChatGPT:

πŸ’‘

Dari semua data itu yang membuat gue tertarik bukan ke GIAA-nya. Melainkan ke GMFI-nya. Apa itu GMFI? Sebelum kita bahas lebih jauh, gue mau bahas soal Pick and Shovel di pasar modal.

Pick and Shovel

Gambar bikinin chatGPT tentang gold rush πŸ˜‚
Gambar bikinin chatGPT tentang gold rush πŸ˜‚

Istilah "Pick and Shovel" berasal dari California Gold Rush (Demam Emas California) pada tahun 1848-1855. Saat ribuan orang berbondong-bondong ke California untuk mencari emas, hanya sedikit yang benar-benar menjadi kaya dari penambangan emas langsung.

Namun, orang-orang yang menjual peralatan penambangan - terutama pick (beliung) dan shovel (sekop) - mendapatkan keuntungan yang konsisten dan substansial. Mereka tidak perlu menghadapi risiko tinggi dari penambangan emas, tapi tetap mendapat manfaat dari rush tersebut.

Levi Strauss adalah contoh terkenal: dia tidak menambang emas, tapi menjual celana jeans yang tahan lama kepada para penambang dan menghasilkan keuntungan besar.

image

Pick and Shovel Strategy di Investasi

Di dunia investasi, "Pick and Shovel Strategy" mengacu pada berinvestasi di perusahaan yang menyediakan infrastruktur, peralatan, atau layanan pendukung untuk industri yang sedang booming, bukan langsung ke perusahaan utama di industri tersebut.

Kelebihan strategi ini:

  • Risiko lebih rendah: Perusahaan infrastruktur pendukung cenderung memiliki model bisnis yang lebih stabil
  • Diversifikasi alami: Mereka sering melayani berbagai pelanggan di industri yang sama
  • Lebih sedikit volatilitas: Kurang terpengaruh oleh fluktuasi harga produk akhir
  • Potensi pertumbuhan tinggi: Tetap mendapat manfaat dari pertumbuhan industri secara keseluruhan

Jadi, alih-alih langsung berinvestasi di perusahaan utama yang mendapat semua perhatian, investor cerdas sering mencari perusahaan yang "menjual peralatan" untuk industri yang sedang booming.

πŸ’‘

Gue jadi teringat dengan perusahaan pendukung Garuda yaitu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) yang mungkin akan diuntungkan dengan β€œbangkitnya” Garuda dari lubang keterpurukannya selama ini

9 Oktober 2025

Kembali ke kalimat di awal tadi:

πŸ”‘

Dalam jangka pendek yang menentukan harga saham hanyalah berapa banyak yang mau jual dan berapa banyak yang mau beli. Kalau banyakan yang mau beli maka harga saham akan naik, begitu juga sebaliknya.

Gue belum selesai riset mengenai GMFI ini. Karena GIAA sedang menarik banyak perhatian dengan rencana injeksi dana 30 triliunnya, GMFI kemungkinan akan mengalami peningkatan minat beli juga dan mungkin itu bisa kita manfaatkan

Hari ini 9 Oktober GIAA antri beli 8.1jt lot di harga Rp105
Hari ini 9 Oktober GIAA antri beli 8.1jt lot di harga Rp105
image

Perhatikan kenaikan saham ADMR kemarin yang ikut menyeret AADI, dan hari ini CITAβ€”sebagai pemilik saham dari smelter aluminium yang belum beroperasiβ€”juga mengalami hal serupa.

image

Catatan mengenai GMFI akan gue tambahkan seiring temuan-temuan gue yang lainnya

image
image

Portofolio Palsu mengalokasikan sisa uang cash nya untuk membeli saham GMFI di harga Rp97

Update Portofolio Palsu 9 Oktober

PP dapat GMFI di harga Rp97 sebanyak 38 lot
PP dapat GMFI di harga Rp97 sebanyak 38 lot

Jurnal Spekulasi Saham GMFI

πŸ›«GMFI - Garuda Maintenance Facility Aero Asia (20%)