4️⃣

Update Portofolio Palsu Eps.18

💡

IHSG sedang dalam mode paling gampang tapi gak banyak yang bisa lihat itu

Salah satu tanda yang paling kelihatan adalah

Saham dari Nol Kenapa Saham BBRI Akan Naik Lagi?Saham dari Nol Kenapa Saham BBRI Akan Naik Lagi?
saat Big Banks bisa kasih dividen di luar kebiasaan yang biasanya 2-4%, sekarang >10%. Kondisi ini harus kita manfaatkan

Konsekuensinya, karena kita masuk sebelum “crash” terjadi, kita juga harus siap melihat portofolio kita mengalami koreksi.

image

Solusi #1: Panjangkan horizon investasi dan sadarilah kalau penurunan yang terjadi ini adalah sesuatu yang normal di bursa efek

Solusi #2: Investasi harus selalu menggunakan dana dingin

2️⃣

Saat ini sedang memasuki musim rilis laporan keuangan kuartal II 2026.

Hampir setiap 2-3 tahun sekali IHSG mengalami penurunan karena apapun sebabnya
Hampir setiap 2-3 tahun sekali IHSG mengalami penurunan karena apapun sebabnya
image
Periode
Event
Dampak
1997-1998
Krisis Moneter Asia
IHSG anjlok ~80%, rupiah kolaps
2000-2001
Dot-com bust + gejolak politik domestik
Koreksi tajam
2008
Global Financial Crisis
IHSG anjlok ~50%
2013
Taper tantrum The Fed
Koreksi signifikan
2015
Perlambatan ekonomi China, harga komoditas jatuh
Koreksi
2018
Trade war AS-China, kenaikan suku bunga The Fed
Koreksi
2020
Pandemi Covid-19
IHSG anjlok ~37% dalam waktu singkat
2022
Kenaikan agresif suku bunga The Fed
Koreksi
18 Mar 2025
Super holding Danantara, rupiah lemah, PHK massal, konflik Rusia-Ukraina, kekhawatiran resesi AS
IHSG -6,12%, trading halt
8 Apr 2025
Pasca libur Lebaran, sentimen negatif lanjutan
Sempat -9% saat pembukaan
11 Apr 2025
Tarif impor Trump 32% untuk barang Indonesia
IHSG -9,19%, trading halt kedua, rupiah Rp16.850/USD
8 Sep 2025
Pergantian Menkeu (Sri Mulyani → Purbaya Yudhi Sadewa)
Koreksi >1%
15 Okt 2025
Kekhawatiran pelebaran defisit APBN
Anjlok mendadak

Kondisi PP per 27 Juli 2026

image

Bagus atau jeleknya harus kita bandingkan dengan performa IHSG itu sendiri

PP vs IHSG (1 Januari - 27 Juli 2026)
PP vs IHSG (1 Januari - 27 Juli 2026)
PP vs IHSG (8 Okt 2024 - 27 Juli 2026)
PP vs IHSG (8 Okt 2024 - 27 Juli 2026)

Apa itu PP? Berapa total dana yang sudah dimasukkan ke PP?

image

Year To Date 2026: Ada yang salah dari pemilihan saham di PP

Kinerja yang lebih buruk secara YTD adalah bukti bahwa ada yang “salah” dalam pemilihan saham di Portofolio Palsu. Secara rata-rata, memilih saham secara ngasal di IHSG “cuma” -28%, sedangkan portofolio “mikir” kita -30%.

image

Keputusan gue di akhir tahun untuk nyoba lebih agresif malah berakhir buruk. Kita bisa lihat variasi cut loss yang terjadi, dari -1,12% sampai -65,42% dari BBRI sampai LINK!

Kinerja PP vs IHSG sejak Okt 2024 - Juli 2026 masih on track!

image
🎯

Target imbal hasil PP = 20% per tahun

Tonton video ini untuk tahu return investasi yang wajar di Indonesia

Review Seluruh Saham PP

Per 28 Juli 2026 Pukul 10:52
Per 28 Juli 2026 Pukul 10:52
Per 30 Juli 2026
Per 30 Juli 2026

ACES - Aspirasi Hidup Indonesia

ACES - Aspirasi Hidup Indonesia (70%)ACES - Aspirasi Hidup Indonesia (70%)
image

ACES pertama kali masuk ke PP tanggal 22 April 2025. Artinya, sudah lebih dari 1 tahun saham ini gue pegang. Benar, posisi ACES di PP saat ini -28,26% kalau kita hanya melihat penurunan harganya. Tapi jangan lupa: selama 1 tahun kita pegang, ACES sudah bagi dividen 2x, 17 Juli 2025 sebesar Rp33,86 dan 10 Juli 2026 sebesar Rp32,01. Total dividen yang sudah diberikan ACES ke PP adalah Rp1.334.436. Jadi, kalau saat ini floating loss kita Rp2.247.784, floating loss “riil” setelah dihitung dividen sebenarnya tinggal Rp913.348. Itu “cuma” -11,48%, posisi kita di ACES tidak seburuk itu!

image

Cara lain melihat ACES di PP: total dividen Rp1.334.436 dibagi 16.400 (total lembar saham ACES yang kita punya) = Rp81,36 per lembar. Harga beli rata-rata ACES di PP = Rp485,06 - Rp81,36 = Rp403,7. Angka Rp403,7 itulah cost sebenarnya ACES di dalam Portofolio Palsu. Kalau dividen kita abaikan, kita bisa cemberut terus.

Bagaimana Kinerja ACES di Kuartal II 2026?

⚠️ Laba bersihnya naik karena adanya pendapatan lain-lain yang sangat tinggi
⚠️ Laba bersihnya naik karena adanya pendapatan lain-lain yang sangat tinggi
💡

Kita harus memisahkan laba keseluruhan dan laba core business ACES.

Pos Laporan Keuangan
30 Juni 2026(Rp)
30 Juni 2025(Rp)
Pertumbuhan(YoY)
Keterangan & Analisis Margin
PENJUALAN BERSIH
4.538.789.448.450
4.268.981.847.408
+6,32%
Total omzet jualan toko + konsinyasi bersih (Basis 100%).
BEBAN POKOK PENJUALAN
(2.388.910.140.448)
(2.248.491.764.212)
+6,24%
Biaya modal pembelian barang dagangan (HPP).
LABA KOTOR
2.149.879.308.002
2.020.490.083.196
+6,40%
Sisa uang omzet setelah potong modal barang.
📊 Gross Profit Margin (GPM)
47,37%
47,33%
+0,04%
[GPM = Laba Kotor / Penjualan] Stabil banget. Tiap Rp100 omzet, Rp47,3 jadi laba kotor.
Beban Usaha
(1.873.174.277.972)
(1.761.633.611.864)
+6,33%
Biaya operasional (gaji SPG, sewa gerai, listrik, promosi).
🟢 CORE LABA USAHA (MURNI)
276.705.030.030
258.856.471.332
+6,89%
[CORE] Laba operasional riil gerai ritel ACES (Laba Kotor dikurangi Beban Usaha).
📊 Core Operating Margin (Core OPM)
6,10%
6,06%
+0,04%
[Core OPM = Core Laba Usaha / Penjualan] Profitabilitas murni gerai sangat konsisten di angka ~6,1%.
⚠️ Pendapatan Lain-Lain (Non-Ops)
235.063.994.471
129.747.875.442
+81,17%
Pos pemanis: keuntungan selisih kurs, bunga kas, klaim, dll.
⚠️ Beban Lain-Lain (Non-Ops)
(1.958.570.387)
(3.223.444.277)
-39,24%
Biaya non-operasional di luar aktivitas ritel.
LABA USAHA (REPORTED / OFFICIAL)
509.810.454.114
385.380.902.497
+32,29%
[OFFICIAL] Laba Usaha di LK resmi (termasuk gabungan pos Pendapatan Lain-Lain).
📊 Reported Operating Margin (Reported OPM)
11,23%
9,03%
+2,20%
[Reported OPM = Laba Usaha Resmi / Penjualan] Terdistorsi melompat ke 11,23% akibat suntikan duit kaget.
Beban Pajak Final
(3.008.286.489)
(2.905.575.691)
+3,53%
Pajak final atas penghasilan tertentu.
Beban Keuangan - Bersih
(29.765.933.224)
(34.319.754.945)
-13,27%
Beban Bunga amortisasi sewa gerai (PSAK 73).
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
477.036.234.401
348.155.571.861
+37,02%
Total laba konsolidasi sebelum dipotong pajak kini.
TOTAL BEBAN PAJAK PENGHASILAN - BERSIH
(82.124.352.407)
(58.734.342.339)
+39,82%
Potongan pajak kini & pajak tangguhan.
🔵 LABA PERIODE BERJALAN (REPORTED)
394.911.881.994
289.421.229.522
+36,45%
[OFFICIAL] Laba bersih konsolidasi di headline media.
📊 Reported Net Profit Margin (Reported NPM)
8,70%
6,78%
+1,92%
[Reported NPM = Laba Bersih Resmi / Penjualan] Margin akhir kelihatan tebal di 8,70%.
🟢 CORE LABA BERSIH (ADJUSTED)
161.806.457.910
162.896.798.357
-0,67%
[CORE] Laba bersih murni (Reported Laba Bersih di-take out Pendapatan/Beban Lain-Lain).
📊 Core Net Profit Margin (Core NPM)
3,57%
3,82%
-0,25%
[Core NPM = Core Laba Bersih / Penjualan] Margin bersih MURNI toko yang sebenarnya dibawa pulang (~3,57%).

ASSA - Adi Sarana Armada

🚚ASSA - Adi Sarana Armada (70%)

Saham ini mengambil porsi paling besar di dalam Portofolio Palsu. Pada 20 Februari 2026, ASSA sempat mencatat floating profit 47%! Siapa sangka, hari ini harganya tinggal Rp595? Anjlok 51% hanya dalam 4 bulan.

image
Saham ASSA drop 6 bulan terakhir
Saham ASSA drop 6 bulan terakhir

Kenapa ASSA harganya anjlok?

Setidaknya ada tiga alasan: tren suku bunga yang naik, laba bersih Q1 2026 turun, dan sentimen kenaikan harga bahan bakar.

  1. Tren suku bunga naik
https://www.bi.go.id/id/statistik/indikator/bi-rate.aspx

Kenaikan suku bunga bisa jadi masalah karena pada dasarnya ASSA hidup dari utang. Maksudnya, utang sudah menjadi “DNA” bisnis logistik seperti ASSA. Ada baiknya lo kembali tonton pembahasan ASSA dan utangnya di sini

(Klik, lalu lo akan dilempar ke menit pembahasan utang ASSA)

image
Total utang berbunga ASSA sekitar 4,3 triliun rupiah
Total utang berbunga ASSA sekitar 4,3 triliun rupiah
💡

Kenaikan suku bunga 1% akan menambah beban bunga ASSA sekitar Rp43 miliar per tahun. Angkanya berasal dari 4,3T × 1%.

image

Beban keuangan ASSA pada 2024 sebesar Rp294 miliar dan pada 2025 sebesar Rp293 miliar. Tambahan beban bunga Rp43 miliar berpotensi menggerus laba bersih ASSA pada 2026.

Kenapa ASSA suka ambil utang?

Dengan asumsi penyusutan kendaraan 8 tahun, akan lebih menguntungkan. Ekstra dana yang berhasil ASSA hasilkan bisa dibagikan dalam bentuk dividen, eksplorasi bisnis baru atau beli balik sahamnya (
Dengan asumsi penyusutan kendaraan 8 tahun, akan lebih menguntungkan. Ekstra dana yang berhasil ASSA hasilkan bisa dibagikan dalam bentuk dividen, eksplorasi bisnis baru atau beli balik sahamnya (buyback).

Rental kendaraan itu capital-intensive. Beli 100 mobil (@500jt) butuh Rp50 miliar di muka. ROE ASSA cuma 4% (laba bersih Rp2 miliar), cuma setara bunga deposito.

Dengan utang, ASSA cukup keluar modal sendiri 20% (Rp10 miliar), sisanya dari bank (Rp40 miliar). Mobilnya sekaligus jadi jaminan, jadi bank nyaman kasih pinjaman karena ada collateral fisik jelas.

Efeknya ke ROE? Jadi besar. Modal Rp10 miliar bisa “punya” aset 100 mobil senilai Rp50 miliar. Pendapatan sewa didapat penuh dari 100 unit, sementara beban bunga hanya dari porsi utang. Selama return aset lebih tinggi dari cost of debt, tambahan utang menaikkan ROE pemilik modal.

Tapi ada peringatan penting: hasil akhir sangat sensitif ke asumsi umur ekonomis kendaraan. Arus kas riil tetap sama (baik depresiasi 5 atau 8 tahun), Rp9,2 miliar, di kedua skenario. Laporan laba rugi bisa terlihat rugi padahal secara kas bisnisnya sehat.

‣

🚙 Skenario Beli Mobil Pakai Utang

  1. Laba Bersih Q1 2026 turun
image

Secara pendapatan dan laba kotor, ASSA pada Q1 ini meningkat.

image

Laba bersih untuk pemilik entitas induk turun sedikit. Kenapa?

image

Karena beban umum dan administrasi meningkat. Kita perlu cek catatan kaki no. 28.

image

Terjadi kenaikan signifikan (+39%) sekitar Rp37 miliar pada pos Gaji dan tunjangan. Kemungkinan disebabkan oleh THR serta penambahan karyawan. Tidak ada keterangan lain yang menjelaskan mengapa pos ini naik sebesar itu.

image

Kalau buat gue pribadi, cukup lihat arus kasnya. Selama masih tumbuh, itu bagus.

  1. Sentimen kenaikan harga bahan bakar
image

Karena perang AS–Iran, harga minyak melonjak tinggi, sehingga banyak yang khawatir terhadap bisnis logistik yang bergantung pada bahan bakar minyak. Yang pada kenyataannya nggak terlalu berpengaruh untuk ASSA

image

Dalam paparan publiknya, ASSA bilang terang-terangan bahwa hal ini tidak berpengaruh langsung ke ASSA, karena dalam bisnis logistik biaya bahan bakar ditanggung pelanggan. Permintaan juga masih stabil. Memang ini ancaman, tapi ASSA nggak terekspos secara langsung.

Sebagai kesimpulan posisi ASSA di Portofolio Palsu yang -30% ini justru menggambarkan kesempatan yang baik lagi untuk melakukan pembelian diharga yang lebih rendah. Perlu konfirmasi untuk cek kinerja ASSA di Q2 2026

Bagaimana Kinerja ASSA di Kuartal II 2026?

image
image
image
Perhatikan penjualan per segmen ini
Perhatikan penjualan per segmen ini

DKFT - Central Omega Resources

🪨DKFT - Re-Entry ke Saham Ini? (50%)
DKFT hanya mengerjakan tahap awal saja
DKFT hanya mengerjakan tahap awal saja

Beberapa contoh pemain nikel lainnya 👇🏻

Emiten
Ticker
Produk Nikel Utama
Klasifikasi
Kadar Ni
Dijual ke
Aneka Tambang
ANTM
Ferronickel
Class 2
10-25% Ni
Industri stainless steel
Vale Indonesia
INCO
Nickel Matte
Class 2
~75-79% Ni
Dikirim ke Jepang untuk dimurnikan
Trimegah Bangun Persada
NCKL
MHP + NiSO₄
Class 2
MHP 35-40% / NiSO₄ ~22%
Produsen baterai EV
Merdeka Battery Materials
MBMA
MHP
Class 2
35-40% Ni
Produsen baterai EV
— (belum ada Tbk Indonesia)
—
Pure Nickel
Class 1
≥99.8% Ni
LME / industri global

Ada baiknya langsung tonton video Jurnal Investasi DKFT di sini untuk mengingat kembali kenapa perusahaan tambang nikel murni ini gue anggap menarik:

🔒 Khusus member · Tonton di YouTube
💡

Dari beberapa perusahaan nikel, gue memilih DKFT karena bisnisnya yang sangat sederhana. Inti dari perusahaan penambang nikel ini hanya: Volume x HPM

Laporan Keuangan Saham DKFT (Q1 2026)

Posisi Utang DKFT

Kenapa perusahaan bisa bayar utang? Karena bisnisnya menguntungkan!
Kenapa perusahaan bisa bayar utang? Karena bisnisnya menguntungkan!
image

Kas dari aktivitas operasi DKFT menghasilkan Rp330 miliar pada tiga bulan pertama 2026. Pada periode yang sama, perusahaan membayar pinjaman lembaga keuangan sebesar Rp348 miliar dan masih menyisakan Rp644 miliar dalam kas dan setara kas.

image

Bagaimana Kinerja DKFT di Kuartal II 2026?

image
Kinerja DKFT secara keseluruhan (Bijih Nikel + Batu Kapur) Q2 2026
Kinerja DKFT secara keseluruhan (Bijih Nikel + Batu Kapur) Q2 2026
Ringkasan Kinerja DKFT Q1 2026
Ringkasan Kinerja DKFT Q1 2026
image
Laporan kinerja per segmen semester 1 2026
Laporan kinerja per segmen semester 1 2026

Dari data penjualan per segmen H1 2026 di atas kita bisa hitung kinerja DKFT April-Juni 2026 saja. Caranya tinggal dikurangi dengan penjualan per segmen di Q1 2026

Data per segmen Q1 2026 DKFT
Data per segmen Q1 2026 DKFT

Data Penjualan Segmen Nikel Q2

Item
Q1 2026
H1 2026
Q2 2026 (selisih)
Revenue eksternal
494.780.343.676
995.569.519.765
500.789.176.089
COGS segmen
356.400.924.407
651.631.197.934
295.230.273.527
Volume (ton)
754.860
1.205.931
451.071

Hasil Perhitungan Q2 2026 Saja

ASP eksternal Q2 = 500.789.176.089 ÷ 451.071 = Rp 1.110.224/ton
COGS/ton Q2      = 295.230.273.527 ÷ 451.071 = Rp 654.510/ton
Gross profit/ton  = Rp 455.714/ton
Gross margin      = 41,0%

Perbandingan Q1 vs Q2 2026

Metrik
Q1 2026
Q2 2026
Δ
Volume (ton)
754.860
451.071
(40,3%)
ASP eksternal/ton
Rp 655.465
Rp 1.110.224
+69,4%
COGS/ton
Rp 472.140
Rp 654.510
+38,6%
Gross margin
34,6%*
41,0%
+6,4 ppt

Insight dari data di atas:

  1. Volume turun tajam di Q2 (-40% dari Q1) — kemungkinan mereka “irit-irit” biar sesuai sama RKAB 1,93jt ton di 2026
  2. ASP melonjak 69% QoQ — konsisten dengan tren HPM yang terus naik pasca 15 April 2026
  3. COGS/ton juga naik 39% — kemungkinan ini biaya bahan bakar solar / biodiesel
  4. Margin tetap membaik (34,6% → 41%) — karena kenaikan harga patokan mineral masih melebihi kenaikan biaya per ton.
☝🏻

Mari kita bandingkan harga bijih nikel DKFT Q1 2026 vs Semester 1 2026

image

Di Q1 2026 harga jual bijih nikel per ton DKFT = Rp655.459

Di Q2 2026 harga jual bijih nikel per ton DKFT = Rp1.110.224

Mengutip catatan di link ini: 👇👇👇

🔴19 Mei - Jual LINK, BBRI, Ganti ke DKFT
Proyeksi Full Year 2026
Skenario
ASP Rata-rata Tahun
Revenue (Rp Miliar)
Net Profit Margin
Laba Bersih (Rp Miliar)
EPS (Rp)
Konservatif
Rp 950.000
1.833
42%
770
140
Base Case
Rp 980.000
1.891
44%
832
151
Optimis
Rp 1.020.000
1.969
46%
905
164
Mid Case (paling masuk akal):Laba Bersih FY 2026 sekitar Rp 830 – 850 Miliar dengan EPS sekitar Rp 150 – 154
💡

Anggap EPS DKFT untuk setahun penuh 2026 = Rp100 (konservatif). Dengan PE wajar perusahaan ini menurut gue 8x, maka harga saham DKFT semestinya ada di sekitar Rp800.

Ternyata harga jual rata-rata DKFT lebih tinggi dari estimasi optimis (Rp1.020.000). Selama 6 bulan terakhir, DKFT menjual 1.205.931 ton bijih nikel dengan rata-rata harga Rp1.110.224. Ini membuktikan bahwa HPM/ASP baru sudah diaplikasikan di DKFT

Metrik
Q1 2026
Q2 2026
H1 2026
Volume (ton)
754.860
451.071
1.205.931
ASP eksternal/ton (Rp)
655.465
1.110.224
825.561
ASP eksternal (USD)
$38,57
$63,44
—
COGS/ton (Rp)
472.140
654.510
540.355
Gross profit/ton (Rp)
183.325
455.714
285.206
Gross margin
28,0%
41,0%
34,6%
Estimasi kadar Ni (MC 35%)
~1,8%
~1,5%
—

Dengan data yang ada, kita jadi punya acuan untuk menyusun estimasi DKFT pada 6 bulan sisa di 2026. Kita tahu RKAB DKFT 1,93 juta ton, jadi sisa kuota bijih nikel DKFT adalah:

1.930.000−1.205.931=724.0691.930.000 - 1.205.931 = 724.069

Estimasi penjualan DKFT H2 2026:

  • 724.069 ton x Rp1.110.224 = Rp803,88 miliar

Estimasi penjualan FY DKFT:

  • Penjualan H1 2026
  • Estimasi penjualan bijih nikel H2 2026
  • Estimasi penjualan batu kapur H2 2026

= 1 triliun + 804 miliar + 11 miliar (sama seperti batu kapur H1 2026) = Rp1,815 triliun

image

Kalau kita asumsikan semuanya berjalan sesuai rencana, DKFT dengan penjualan Rp1,815 triliun dan NPM 40% punya estimasi laba bersih FY 2026 sebesar Rp726 miliar (2025 = Rp573 miliar), setara laba bersih per saham Rp128,7/lembar.

Dengan harga pembelian DKFT di PP Rp688,96 dan estimasi EPS FY 2026 Rp128,7, PE DKFT estimasi saat ini berada di 5,35x. Tidak bisa dibilang sangat murah, tapi juga tidak terlalu mahal.

image

Apa yang harus kita lakukan?

Di PP, belum akan ada pembelian atau penjualan DKFT (kecuali harga sahamnya merosot signifikan). Kita tinggal memantau apakah ada perubahan RKAB dan HPM bijih nikel. Tahun lalu (2025) DKFT membagikan dividen Rp25/lembar di bulan Oktober dan gue yakin mereka akan membagikan dividen lagi pada Oktober 2026.

image

Lain-lain

Arus kas dari kegiatan operasi 6 bulan terakhir = Rp739 miliar
Arus kas dari kegiatan operasi 6 bulan terakhir = Rp739 miliar

Saking bingungnya karena DKFT kebanyakan duit, mereka jadi beli reksa dana dan obligasi

image
image

ESSA

Bisa cek dulu tulisan di bawah ini:

ESSA - ESSA Industries Tbk (50%)ESSA - ESSA Industries Tbk (50%)

Link dibawah ini adalah hasil iterasi ke 2 dari laporan keuangan ESSA terbaru (Q2 2026)

Gunakan tautan di atas untuk melihat model estimasi kinerja perusahaan ini.

Singkatnya laba bersih ESSA di Semester 1 2026 gue estimasikan awalnya akan ada di sekitar $51,7 juta USD. Ternyata labanya jauh lebih rendah, laba bersihnya sekitar $30jt USD. Karena ada 1 poin penting yang lupa dihitung: biaya maintenance.

image
💡

ESSA di Portofolio Palsu sudah kebagian dividen Rp52 per lembar. Jadi, cost efektif per lembar ESSA di PP = Rp643,76 - Rp52 = Rp591,76

Bagaimana Kinerja ESSA di Kuartal II 2026?

image
image
Estimasi kinerja ESSA di Discord 13 Juli 2026
Estimasi kinerja ESSA di Discord 13 Juli 2026
https://essa.id/wp-content/uploads/2026/07/260728-ESSA-1H26-Press-Release-Bahasa-Indonesia.pdf
  1. Revenue sudah cukup akurat: 162jt USD vs 166jt USD di segmen amoniak
  2. Harga jual amoniak per ton semester 1 USD 531, artinya Q2 only = 645 USD!
  3. Laba bersih meleset jauh $51,7 jt USD (est) vs $30 jt USD (riil)
🤔

Kenapa laba bersih bisa meleset jauh?

Ada 1 komponen penting yang kelewat dihitung, yaitu biaya maintenance. Selain itu, gue juga lupa kalau laba bersih yang kita ambil hanya 70% (karena 30% PT PAU milik pihak lain). ASP amoniak Q2 sebesar ~645 USD jadi tanda kalau ESSA cuma telat sekitar 1 bulan dari harga amoniak di pasar. Contoh: untuk Q2 (April–Juni), ASP amoniak ESSA kemungkinan besar berasal dari harga amoniak periode Maret–Mei. Terkait revenue yang terlihat mirip sebenernya beruntung aja. Yang sebenarnya terjadi adalah volume penjualan amoniak di Q2 ternyata relatif rendah tapi dikompensasi peningkatan ASP amoniak jadi ~645 USD

Biaya Maintenance ESSA di Q2 2026

image

Estimasi awal kita laba bersih 51,7jt USD harus dipotong beban maintenance 19jt USD = 32,7jt USD (laba sebelum dipotong kepemilikan 30% PAU oleh pihak lain)

Laba bersih yang diatribusikan kepada PEMILIK ENTITAS INDUK

image

PAU tidak 100% dimiliki oleh ESSA, hanya 69,997% maka dari itu laba bersih juga harus rela dipotong 30%

image

Estimasi laba bersih ESSA FY 2026 menurut gue ada di sekitar $81,8jt USD. Dengan asumsi kurs Rp17.500, laba bersih ESSA dalam rupiah ≈ 1,4 triliun (naik 110%), dibanding laba tahun 2025 sebesar 664 miliar.

💡

EBITDA ESSA estimasi di $193,4jt = 3,38T ESSA tidak punya utang lagi alias Rp0 Market cap ESSA (Rp620) = 10,68T EV/EBITDA = 3,15x

image

HRTA - Hartadinata Abadi

Silakan cek link di bawah ini 👇🏻

🪙HRTA - Hartadinata Abadi Tbk (40%)

MIDI - Midi Utama Indonesia

Gue gak akan bicara banyak terkait MIDI, cukup tonton jurnal investasi gue di sini:

🔒 Khusus member · Tonton di YouTube

Kinerja MIDI Q2 2026

image

Saking mudahnya, kita bahkan bisa asal tebak aja bahwa di Q3 MIDI bisa mencetak laba seenggaknya Rp200 miliar lagi. Di Q4? Mungkin Rp200 miliar lagi. Jadi totalnya di 2026 = Rp886 miliar. Kita diskon 20%, estimasi labanya jadi sekitar Rp708 miliar. Anggaplah Rp700 miliar laba bersih di setahun penuh 2026.

image

MIDI dibandingkan dengan 5 tahun lalu harga sahamnya sudah naik 60%. Bagaimana dengan kinerja MIDI dibandingkan dengan 5 tahun lalu?

MIDI | Laba bersih 2021 = Rp269 miliar. Laba bersih 2022 = Rp399 miliar
MIDI | Laba bersih 2021 = Rp269 miliar. Laba bersih 2022 = Rp399 miliar
💡

Estimasi 2026 = Rp700 miliar, dibanding MIDI 2021 = Rp269 miliar. Secara kinerja, MIDI sudah naik 160%, tetapi harga sahamnya “hanya” naik 60%. Anomali seperti ini bisa kita manfaatkan. Pastikan kita investasi dengan uang dingin, karena kita gak pernah tahu kapan pasar akan mulai mengapresiasi MIDI (dan juga saham lainnya)

PZZA - Sarimelati Kencana

Saham tier 3 ini biasanya gak akan bergerak kalau lapis 1 (bluechip) dan lapis 2 (perusahaan seperti ASSA, ESSA, ACES, dll.) belum bergerak.

WIFI - Solusi Sinergi Digital

Nggak banyak yang bisa di-update. Kita tinggal tunggu laporan jumlah home passed dan home connect, lalu eksekusi Internet Rakyat aja.

image