

Perusahaan Perhiasan Ini Berhenti Jualan Perhiasan
Gue termasuk salah satu orang yang telat menyadari kalau perusahaan ini sudah bertransformasi: dari yang tadinya jual perhiasan, jadi perusahaan yang jual emas batangan sampai ke level institusi.
HRTA IPO pada 21 Juni 2017, jadi usianya di pasar modal belum genap 10 tahun.


Dulu HRTA bisa menjual 4,43 ton perhiasan emas, tetapi pada Q1 2026 hanya sekitar 90 kg.

Perhatikan kesamaan tonase antara penjualan perhiasan HRTA dan total penjualan emas HRTA. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa 100% penjualan HRTA pada 2017 berasal dari perhiasan emas. Begitu juga di tahun 2018. Di tahun 2019 ada sedikit perbedaan.

Kalau kita lihat penjualan per segmen pada 2017, ada dua segmen. Di laporan keuangan 2017 ada keterangan sebagai berikut:
Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2004. Kegiatan usaha utama Perusahaan saat ini adalah dalam bidang industri manufaktur dan perdagangan perhiasan emas yang meliputi beragam produk perhiasan emas seperti kalung, cincin, liontin, anting dan gelang dengan berbagai kadar. Perusahaan menyalurkan produk produknya kepada beberapa distributor, wholesaler dan retailer (toko emas) di berbagai wilayah di Indonesia. Saluran distribusi internal meliputi yaitu 7 (tujuh) toko perhiasan emas ritel “ACC” dan toko perhiasan emas premium yang terdiri dari 2 (dua) gerai “Claudia” serta “Perfect Jewellery” dan 2 (dua) gerai “Celine Jewellery” yang berlokasi di Bandung.
Toko = penjualan lewat saluran distribusi internal. Sisanya disalurkan lewat jalur distributor/toko emas lainnya alias “Grosir”.
Tahun 2017 NPM perusahaan ini ada di angka 4,44% (110 miliar / 2,474 triliun)
HRTA tahun 2019

Di tahun 2019 ada selisih 0,03 ton emas dari penjualan total HRTA. Apa itu?

Jawabannya: Gold Bar. Artinya, sejak 2019 HRTA mulai menjual emas batangan. Belum terlalu signifikan tapi kita bisa lihat di 2025 0,03 ton itu jadi 22,06 ton.

Tahun 2019 NPM perusahaan ini ada di angka 4,63% (149,9 miliar / 3,235 triliun)
Belum ada pertumbuhan kinerja HRTA yang signifikan. Laba bersih 2017 = 110 miliar, sedangkan laba bersih 2019 = 149 miliar.
Item | 2017 | 2019 |
Jumlah toko | 12 | 44 |
Jumlah Pegadaian | 0 | 16 |
Katalis Gold Bar HRTA 2023

Kelahiran EMASKU di tahun 2023 membuat penjualan emas batangan HRTA naik signifikan





Penjualan Grosir / wholeseller naik signifikan tahun 2022 - 2025
Rekap Pendapatan per Segmen (2022-2025)
Segmen | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
Toko/Stores | 540.829.333.161 | 1.926.821.187.496 | 4.719.555.881.934 | 5.204.206.686.750 |
Grosir/Wholesaler | 6.290.749.006.918 | 10.845.493.301.257 | 13.405.856.983.665 | 39.193.622.578.067 |
Sales to Partners | 12.892.565.044 | 17.980.124.127 | 4.986.283.773 | 616.043.533 |
Gadai/Pawns | 73.982.655.383 | 65.180.076.108 | 92.332.462.540 | 140.988.689.753 |
Jasa Pemurnian/Refining | — | 1.554.035.574 | 5.897.377.853 | 8.990.153.049 |
Total Pendapatan | 6.918.453.560.506 | 12.857.028.724.562 | 18.228.628.989.765 | 44.548.424.151.152 |
(Catatan: segmen Refining belum muncul terpisah di laporan 2022, kemungkinan masih digabung ke segmen lain atau belum jadi lini bisnis terpisah saat itu.)
Rekap Hasil Segmen (2022-2025)
Segmen | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
Toko/Stores | 66.035.261.579 | 242.201.423.268 | 448.829.764.372 | 493.919.266.955 |
Grosir/Wholesaler | 636.189.093.955 | 657.145.157.923 | 591.371.288.369 | 1.350.468.632.312 |
Sales to Partners | 2.915.008.956 | 4.162.398.735 | 1.054.100.390 | 128.568.285 |
Gadai/Pawns | 37.682.655.383 | 42.034.242.775 | 50.984.960.907 | 70.247.018.214 |
Jasa Pemurnian/Refining | — | 1.192.411.496 | 4.525.058.027 | 6.911.629.664 |
Total Hasil Segmen | 742.822.019.873 | 946.735.634.197 | 1.096.765.172.065 | 1.921.675.115.430 |
Laba Tahun Berjalan (Net Profit) - Total per Tahun
Tahun | Laba Tahun Berjalan | Growth YoY |
2022 | 254.127.589.783 | — |
2023 | 306.268.555.595 | +20,5% |
2024 | 442.720.027.499 | +44,6% |
2025 | 979.603.558.928 | +121,3% |


Dari pie chart pendapatan dan hasil segmen tahun 2023–2025 serta Q1 2026, terlihat jelas bahwa segmen yang paling berpengaruh di HRTA adalah Grosir dan Toko. Bahkan, pada segmen Toko, meski hanya menyumbang 9,1% dari total pendapatan HRTA, kontribusinya terhadap hasil segmen mencapai sekitar 22,5%!
Segmen Grosir sendiri mengalami pergeseran makna sejak 2017. Pada 2017, “Grosir” berarti penjualan perhiasan emas melalui jalur distribusi “toko lain”. Pada Q1 2026, “Grosir” merujuk pada penjualan emas batangan melalui jalur distribusi selain Toko milik HRTA.
Perhatikan kembali keterangan di bawah ini: penjualan Gold Bar meningkat, sementara penjualan Jewellery menurun dan bahkan cenderung mendekati 0.


Di kasus HRTA, kenaikan penjualan dan laba bersih yang signifikan salah satu faktor besarnya memang kenaikan harga emas itu sendiri. Efeknya jadi “double”. Tapi coba bayangkan: seandainya harga emas flat, namun volumenya tetap bertumbuh, penjualan dan laba bersihnya pasti tetap naik. Hanya saja, kalau harga emas flat, minat beli orang udah pasti tidak setinggi sekarang.😂
Kenapa PP beli diharga ini?
1. Kita bisa membeli saham “emas batangan” dengan harga yang wajar


Portofolio Palsu beli saham HRTA dengan harga Rp1.890 per lembar
Di paparan publik HRTA terakhir, ada yang bertanya soal target laba bersih perusahaan. Mereka menjawab sebesar 1,4 triliun. Jumlah saham HRTA ada 4.605.262.400, sehingga laba per saham = Rp304.

Gak murah-murah amat dong, Bang?
Betul. Memang nggak murah-murah amat. Tapi setidaknya, dengan harga saat ini, kita bisa beli perusahaan yang sudah bertransformasi dari yang “cuma” jualan perhiasan emas menjadi perusahaan yang menjual emas batangan ke institusi. Dan biasanya, institusi kalau belanja emas caranya borongan. Sehingga kalau volume penjualan tinggi, revenue perusahaan juga tetap tinggi.
2. Jadi studi kasus Beli Emas Batangan vs Beli Saham Emas Batangan yang (mungkin) menarik.

Yang akan langsung terlihat beda adalah adanya “spread” harga emas.

Di sisi lain, jika kita membeli dan menjual saham HRTA pada hari yang sama, dengan asumsi harga jualnya juga tetap sama, yaitu Rp1.890.


Perbandingan Lengkap: "Harga Gak Gerak" di 3 Instrumen
Instrumen | Rugi murni dari fee/spread | % |
Saham HRTA | -Rp3.024 | -0,40% |
Emas Tring (digital) | -Rp37.500 | -5,00% |
Emas Antam (fisik) | tidak bisa dibeli (di bawah minimum) | ~-10% kalau dipaksakan proporsional |
Gue punya hipotesis: lebih baik beli saham yang jualan emas batangan daripada beli emas batangan langsung. Tapi tentu hipotesis ini mesti kita uji. Kita butuh waktu untuk tahu hasilnya. Itu alasan tambahan mengapa HRTA kita masukan ke dalam Portofolio Palsu (PP)
Porsi HRTA di dalam Portofolio Palsu sekitar 1,8%
Status Portofolio Palsu terakhir (24 Juli 2026)
