πŸ”©

PART-W Waran Cipta Perdana Lancar (50%)

Tonton pembahasannya di sini πŸ‘‡πŸ»

πŸ”’ Khusus member Β· Tonton di YouTube
image

Gue baru aja beli PART-W (waran) di portofolio palsu sebanyak 241 lot

Status Portofolio Palsu per 17 Maret 2026
Status Portofolio Palsu per 17 Maret 2026
image

Setelah cut loss 3x (IBFN, GMFI, SOCI) di tiga bulan pertama tahun 2026, terus terang gue masih penasaran. Gue masih penasaran untuk belajar pegang sesuatu di luar kebiasaan gue sendiri. Sejak awal tahun, gue mulai coba pegang saham-saham yang sedikit lebih berbahaya. Kadang sahamnya tidak berbahaya sih, tapi durasi pegangnya (misalnya BBRI) sangat pendek (yang bikin jadi berisiko), durasi pegangnya cuma sekitar 42 hari. Di case BBRI, gue cuma mau sharing bahwa kadang-kadang ada potensi buat kita β€œmemungut” uang gratisan di pasar modal. Mungkin kalau ada yang lupa, teman-teman bisa cek di sini:

Saham dari Nol Konsep Memungut Uang di Jalan (BBRI & BBTN)Saham dari Nol Konsep Memungut Uang di Jalan (BBRI & BBTN)

image
πŸ‘ŒπŸ»

Pada kasus BBRI ada return dari capital gain 4,73% + dividen 3,72% = 8,45% in total dengan risiko yang relatif terbatas. Memanfaatkan momentum dividen dan rebound harga saham dalam durasi pendek.

Dalam kasus IBFN dan SOCI, itu murni karena gue mencoba mengejar saham-saham yang sifatnya naratif. Ternyata masih banyak yang harus gue pelajari. Walaupun rugi, porsinya di PP juga tidak terlalu banyak, jadi tidak merusak kondisi portofolio secara keseluruhan.

image
πŸ‘ŒπŸ»

Karena memang gue nggak mau exercise PART-W untuk dijadikan saham PART

PART vs PART-W

Dari awal Januari sampai dengan hari ini PART naik +11 rupiah / lembar
Dari awal Januari sampai dengan hari ini PART naik +11 rupiah / lembar
Dari awal Januari sampai dengan hari ini PART-W naik +12 rupiah / lembar
Dari awal Januari sampai dengan hari ini PART-W naik +12 rupiah / lembar
Instrumen
Start Jan (Hitungan)
Harga Sekarang
Kenaikan (YTD)
Persentase (YTD)
Induk (PART)
Rp108
Rp119
+Rp11
10,19%
Waran (PART-W)
Rp16
Rp28
+Rp12
75,00%

Pada dasarnya, kenaikan harga waran akan beriringan dengan kenaikan harga saham. Coba baca ini dan lihat tabel di atas berulang kali kalau masih belum mengerti.

Saat saham induknya naik 11 poin, harga warannya ikut naik sekitar 11 poin. Dalam kasus PART-W, naiknya 12 poin. Namun, karena harga PART di awal tahun adalah Rp108/lembar, maka kenaikan Rp11/lembar itu hanya setara dengan +10,19% secara capital gain (selisih harga).

Berbeda dengan PART-W. Saat PART naik Rp12/lembar, karena harga warannya di awal tahun ada di angka Rp16/lembar, kenaikannya setara dengan +75%!

πŸ’‘

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Waran bisa kita exercise atau tebus menjadi saham induk. PART-W hanya bisa menjadi PART jika kita melakukan exercise. Hari ini, harga PART-W Rp28 per lembar. Untuk melakukan exercise waran tersebut, kita perlu membayar tambahan Rp110 per lembar.

Untuk memiliki saham PART hari ini (Februari 2026), ada dua jalur:

Opsi
Rincian biaya
Total per lembar
Beli di pasar
Rp119
Rp119
Beli PART-W lalu exercise jadi PART
Rp28 + Rp110 (exercise)
Rp138

Lebih murah yang mana? Tentu beli saham PART langsung di pasar! Sehingga beli waran dengan tujuan di exercise jadi saham induk adalah suatu bentuk kekonyolan.

⚠️

Sesaat setelah exercise PART-W jadi saham PART, orang tersebut akan langsung mengalami kerugian -13,7% (Modal Rp138, di pasar langsung berubah jadi Rp119)

Analogi kupon dan sepatu
Analogi kupon dan sepatu

Kenapa ada orang yang masih mau beli β€œkupon” ini? Karena ada golongan orang-orang yang suka berspekulasi bahwa suatu hari harga β€œsepatu” nya akan naik tinggi!

Seandainya harga sepatu tiba-tiba naik tinggi karena suatu hal. Misal jadi Rp200.000, orang-orang yang pegang kupon PART-W, berhak untuk β€œtebus” sepatunya dengan harga tetap di Rp110.000! Sehingga harga kupon Rp28.000 + harga tebus sepatu Rp110.000 = Rp138.000 jadi terlihat jauh lebih murah daripada beli sepatu yang sama yang harganya sudah jadi Rp200.000 dipasaran

Yang dapat terjadi adalah.. orang yang pegang kupon PART-W akan mencoba jual kupon mereka dengan harga yang lebih tinggi. Kupon yang mereka beli dengan harga Rp28.000 itu, bahkan bisa mereka jual dengan harga Rp89.000! Kenapa bisa begitu? πŸ€”

Karena kupon Rp89.000 + harga tebus Rp110.000 = Rp199.000! Terlihat masih lebih murah daripada beli sepatunya langsung di pasar Rp200.000

Sepatu aslinya naik dari Rp119.000 ke Rp200.000 (naik sekitar 68%). Tapi harga kupon Lo naik dari Rp28.000 ke Rp89.000 (naik sekitar 217%).

Skenario
Modal awal
Harga jual
Untung (Rp)
Untung (%)
Beli sepatu (PART)
Rp119.000
Rp200.000
Rp81.000
68%
Beli kupon (PART-W)
Rp28.000
Rp89.000
Rp61.000
217%

Inilah yang bikin banyak orang "ngiler" spekulasi di kupon/waran. Dengan modal yang jauh lebih kecil, Lo bisa dapet persentase keuntungan yang jauh lebih tinggi dibanding beli sepatunya.

Apa risiko beli waran?

  • Ada Masa Kedaluwarsa: Kupon (warrant) punya tanggal mati. Pada kasus PART-W, kuponnya hangus tanggal 3 Juli 2026. Kalau sampai tanggal itu tiba harga sepatunya nggak pernah naik ke atas Rp110.000, maka kupon itu resmi jadi sampah. Nilainya jadi Rp0 alias zonk, nggak ada harganya sama sekali.
  • Volatilitas +++: Kalau harga sepatu di pasar turun dikit aja, harga kupon biasanya bakal terjun lebih dalam, begitu juga sebaliknya.

Strategi Waran di Portofolio Palsu

PART-W porsinya sangat kecil di PP, hanya sekitar 1,5% dari nilai keseluruhan.

image

Yang menarik adalah PP pernah beli PART totalnya 3,3jt rupiah (294 lot) di bulan Januari. Satu bulan setelahnya tiba-tiba harga PART naik sekitar 100%, maka kita jual PART 50%, 147 lot, PP dapat uang cash sekitar 3,4jt rupiah! Carrying cost saham PART di PP saat ini adalah Rp0 karena semua modalnya sudah kita keluarkan alias saham ini kita dapat secara gratisan. PP sudah tidak memiliki risiko lagi di saham PART, berapapun harga PART di pasar adalah keuntungan.

image

Karena PART sudah 0 risk, gue mau ambil langkah yang lebih berisiko dengan mengambil waran PART. Adanya segmen baru yaitu jual peralatan makan berbentuk ompreng MBG bisa berkontribusi positif pada pendapatan perusahaan ini. Tanpa adanya tambahan pendapatan dari ompreng sebetulnya perusahaan ini sangat solid di usaha sparepart tier ke 3 dengan valuasi yang cukup reasonable di sekitar PE 15x. Adanya ompreng hanya β€œbumbu” tambahan yang mungkin bisa kita lihat di LK PART Q1 2026, sekitar akhir bulan April. PP masih punya waktu tunggu sampai kupon tersebut hangus di Bulan Juli 2026. Porsi waran ini mungkin ditambah suatu hari nanti hingga maksimum di 5% (lihat situasi juga sih)

Pertanyaan besarnya?

Apakah saham PART bisa naik dari harga hari ini (Rp119)?