Note: Narrative play stock
Awal mula tertarik karena..
Data masih berantakan + saham sangat tidak likuid + ekuitas perusahaan negatif

Riwayat IBFN 2018-2025
IBFN Q1 2025
IBFN Q2 2025
IBFN Q3 2025
Gambaran Penjualan IBFN 2016-sekarang

Aset Perusahaan




Pertanyaannya: Darimana uang untuk penambahan aset itu? Kemungkinan datangnya dari utang



Sejak kapan ada utang ke pihak ketiga itu? Sejak Q2 2025.



Untuk apa utang itu? Untuk beli alat berat!

Opportunity perusahaan: Menyediakan sewa alat berat berbasis EV

Arus Kas mulai positif di Q3 2025



Menariknya arus kas ini kemungkinan bisa terus muncul karena sifat bisnisnya yang recurring yaitu “Penyewaan Alat Berat”
Tren penyewaan alat dibandingkan pembelian di kalangan kontraktor dan pengembang menjadi katalis lain bagi pertumbuhan industri rental. Selain itu, perkembangan digitalisasi dan platform berbasis marketplace membuka akses pasar yang lebih luas. Peluang kerja sama dengan pemerintah, BUMD, dan perusahaan besar lainnya pun terus diperluas untuk memperkuat posisi perseroan di industri alat berat.
Berita 5-6 Desember 2025



Salah satu penyewa Unit LiuGong milik IBFN adalah DEWA. Apakah akan ada orderan sewa lagi dari DEWA? Kemungkinan ada

Direktur Utama IBFN Petrus Halim mengatakan, alat berat berbasis listrik memiliki nilai ekonomis dengan harga yang jauh lebih murah, terutama produksi buatan China. "Tren yang terjadi satu tahun terakhir dan kami nilai akan intens di tahun-tahun mendatang yakni konversi alat-alat berat EV yang nilai ekonomisnya, harganya jauh lebih rendah seperti produksi barang-barang China. Ekosistem EV paling lengkap ada di China. Kami tangkap peluang ini karena mitra pabrik kita dari China," ujarnya dalam Paparan Publik, Jakarta, dikutip Selasa (18/11/2025). Petrus menuturkan, alat berat berbasis listrik juga bisa mengurangi biaya konsumsi bahan bakar secara signifikan yakni mencapai 40 persen dari biaya produksi yang berada di area tambang. "EV yang bisa kurangi bahan bakar signifikan, 40 persen dari biaya produksi karena di tambang," kata dia.
Konteks China & Indonesia 2026
- Di China: Sudah sangat umum. Penjualan truk listrik melonjak dari 8% ke 28% hanya dalam setahun (2024–2025) karena subsidi pemerintah dan aturan emisi yang ketat.
- Di Indonesia 2026: Sangat MEMUNGKINKAN untuk sektor tambang. Kenapa?
- Tambang adalah area tertutup (closed loop). Membangun stasiun charging di dalam tambang jauh lebih mudah daripada membangun SPKLU di jalan raya.
- Kontraktor seperti Darma Henwa tertekan biaya solar. Jika IBFN menawarkan sewa alat EV dengan tarif yang menurunkan biaya operasional, pasti minat, apalagi udah pernah minjem dari IBFN (45 Wide Body LiuGong).
Lain-lain
INTA: Induk IBFN juga mencatatkan kenaikan aset tetap



🎯 Empat Strategi Utama INTA
- 💰 Percepatan Pelunasan Utang - Fokus mengurangi beban utang perbankan
- 🎯 Penguatan Segmen Pelanggan - Fokus pada key account & project based
- 📊 Alokasi Capex Selektif - Hanya untuk aset yang mendukung strategi bisnis inti
- 🚜 Bisnis Rental Alat Berat - Pilar pendapatan yang lebih stabil dan berulang
💼 Strategi Pelunasan Utang
- 🏢 Divestasi Aset Kurang Produktif
- INTA berencana menjual gedung dan tanah kantor pusat di Jakarta
- Sedang dalam proses diskusi dan negosiasi dengan calon pembeli
- 💵 Hasil Penjualan untuk:
- Mempercepat pelunasan utang perbankan
- Memperbaiki posisi neraca/keuangan perusahaan
- Mengurangi beban utang dan biaya bunga
Meski optimistis, INTA tetap mewaspadai sejumlah tantangan: 📉 penurunan RKAB yang menekan produksi komoditas tambang, 🌍 ketidakpastian geopolitik, 📊 perlambatan ekonomi global, 💱 fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS dan Yuan, 🏗️ persaingan alat berat China (OEM), 💰 pembiayaan yang ketat, dan ⚖️ ketidakpastian regulasi.
DEWA yang lagi berbenah sejak Salim masuk

Apapun yang bisa bikin GPM dan NPM DEWA membaik pasti akan dikerjain sama mereka. Termasuk (mungkin) upaya ganti alat berat berbasis EV (low maintenance cost, low biaya solar, closed loop environment suitable for EV)
KOBX: Perusahaan alat berat juga sejenis IBFN
Pendapatan dari jasa sewanya KOBX masih lebih kecil dari perusahaan IBFN yang notabene “baru” di segmen ini.
VKTR: Sahamnya melejit 700% salah satunya karena berita truk listrik & bus listrik
Cocoklogi aje namanya jg usaha


Satu saham lainnya? INTA, selaku induk dari perusahaan IBFN. INTA punya 72% saham IBFN. Namun masih “mending” si IBFN ini karena defisitnya lebih kecil daripada INTA

Update 9 Februari 2026

Ada update di Intagram Story @ptliugongindonesia, hari ini mereka serah terima Wide Dump Truck Electric LiuGong DW105AE (kapasitas muatan 70 ton): https://www.youtube.com/watch?v=UciwMAiczwo (gak tau berapa unit) ke PT Cipta Kridatama (CK). Harga 1 unitnya sekitar 5-7 miliar IDR CK ini kontraktor tambang ke 4 terbesar di Indonesia (based on lapisan yang dikupas tiap tahun). Yang menarik saya gak sengaja liat ada Pak Petrus Halim, dia Direksi di Intraco Penta (INTA, INTA 70% pegang IBFN)
Ada laporan dari Global EV Outlook 2025 yang bilang:
The total cost of ownership of a battery electric heavy-duty truck is already lower than for a diesel equivalent in China in certain cases.

Kalau CK udah pakai EV di kegiatan operasional tambang mereka, pasti DEWA juga mempertimbangkan penggunaan EV. Karena harga EV heavy duty-nya mahal, DEWA pasti pakai skema pinjam kayak kemarin lewat, mungkin lewat IBFN lagi kedepannya. DEWA juga udah bilang juga kalau solusi hybrid dan EV mereka pertimbangkan di paparan publik terakhir mereka. Keuntungan pakai EV di site tambang: downtime-nya minim (katanya cuma 10 menit untuk swap battery) dan maintenance minim (relatif dibandingkan diesel truck) + sifatnya close loop juga alias disitu-situ aja jadi station charging EV-nya lebih gampang diprediksi

Skema yang mereka pakai akan vendor financing yang sifatnya non-interest bearing. Gak semua punya kapasitas untuk fasilitasi vendor financing ini, mungkin akan lewat IBFN lagi













