🔆

DEWA - Darma Henwa (1%)

Sumber: Public Expose DEWA 2024
Sumber: Public Expose DEWA 2024
Area
Before (kiri)
After (kanan)
Kenapa ini penting?
Polanya bench
Terkesan acak, banyak “cekungan” yang bikin permukaan nggak rata.
Lebih rapi, jenjang (bench) terpotong lurus & sejajar.
Bench yang konsisten = kerja excavator & truck lebih hemat waktu → cycle time turun, fuel cost turun.
Drainase & genangan
Dua kolam air keruh besar di “bottom pit” → indikasi air hujan ngumpul dan/atau rembesan nggak dipompa.
Tinggal satu sump kecil (warna kecoklatan) & airnya tertata.
Air di pit bikin delay, banjir banjir-an, bahkan risiko slope failure. Dry pit = produktivitas naik & safety oke.
Haul road
Jalan tambang meliuk-liuk, sempit, ada tikungan tajam.
Jalan jadi lebar, nyaris lurus, ngebentuk “arteri” jelas.
Jalur lurus = kecepatan rata-rata truk naik, ban & fuel awet, antrian loading berkurang.
Sequencing
Layer penggalian campur-aduk, tiap bench keliatan beda tahap.
Urut, tiap lapisan digali penuh sebelum turun ke bawah.
“Good Mining Practice” minta urutan penggalian rapi supaya overburden nggak numpuk & recovery batubara maksimal.
House-keeping
Banyak spot gelap-coklat (limbah cair/overburden) berserakan.
Area lebih bersih, material tertata di satu sisi.
Nandain kultur disiplin & 5S (sort, set, shine…) – biasanya korelasi sama zero-accident.
Sumber: Public Expose DEWA 2024
Sumber: Public Expose DEWA 2024
Detail Visual
Before (kiri)
After (kanan)
Makna Operasional
Lebar jalan
Sisi kanan-kiri sempit, ada “bahu” yang tergerus; truk harus hati-hati saat salipan.
Jalan tampak 2-3 m lebih lebar & rapi—bahu jalan padat, tidak ada shoulder drop.
Lebar ≥ 3× lebar ban → bisa two-way traffic tanpa ngerem mendadak → average speed ↑.
Kehalusan permukaan
Tonjolan & bekas rutting; warna kemerahan = laterit lepas & debu.
Permukaan lebih homogen (abu-kehitaman), menandakan pemadatan ulang & material keras (crushed rock/lime).
Permukaan keras + rata ↓ rolling resistance → konsumsi solar & aus ban ↓.
Radius tikungan
Tikungan pegunungan kecil-kecil; truk kudu “zig-zag” di switchback.
Tikungan diperhalus jadi “S-curve” lebar; sudut belok landai.
Kurva besar = truk tetap di gigi tinggi; cycle time hauling turun.
Grade (kemiringan)
Ada segmen > 8 % (nanjak curam, kelihatan dari kontur), bikin truk drop ke 1st/2nd gear.
Grade distretch jadi < 6 % rata-rata.
Slope moderat → engine load stabil, overheating risk ↓.
Drainase samping
Sisi danau hijau: jalan mepet bibir air, rawan undercut & soft-spot.
Sisi danau dikasih offset + penahan; shoulder kering.
Beban as axle di soft ground hilang → jalan nggak cepat rusak.
Traffic discipline
Nggak ada markah/berlian safety.
Terlihat windrow & bund pengaman di tepi.
Standar GMP: bund = barrier → zero runaway incidents.
💡

Total Produksi DEWA 2024

image
image
Dalam Ribuan Rp
2022
2023
2024
Δ 23→24
Revenue
Rp 6.068.500.852
Rp 7.372.668.455
Rp 6.031.956.702
▼ 18 %
EBITDA
Rp 612.700.319
Rp 1.113.527.876
Rp 884.324.015
▼ 21 %
Net profit
(Rp 249.894.029)
Rp 69.057.099
Rp 21.495.150
▼ 69 %
EBITDA margin
10.1 %
15.1 %
14.6 %
–0.5 ppt
Net-profit margin
–4.1 %
0.94 %
0.36 %
–0.6 ppt
Overburden (Mm³)
156.7
193.9
134.4
▼ 30 %
Coal mined (Mt)
17.03
18.27
17.29
▼ 5 %
Stripping ratio(OB / Coal)
9.2×
10.6×
7.8×
▼ 26 %
Material moved (Mm³)
169.8
207.9
147.7
▼ 29 %
EBITDA per bcm(Rp 000)
Rp 3.609
Rp 5.356
Rp 5.989
▲ 12 %

Insight kunci 📌

  1. Top-line nyusut, tapi tetep >6 T.Volume OB & material moved merosot ~30%, jadi omzet 2024 mundur 1,34 T versus 2023.
  2. Margin operasional masih solid (14-15%).Cost-cut & redesign haul road bikin EBITDA margin cuma keok 0,5 ppt meski revenue drop dua digit—nice defense.
  3. Bottom sangat tipis! Bersih 2024 cuma 21 M (NPM 0,36%), turun jauh dari 69 M di 2023. Profit sudah positif, tapi gampang hilang kalau ada cuaca jelek / cost spike.
  4. Stripping-ratio turun drastis → efisiensi nyata.10,6× → 7,8× berarti lebih sedikit tanah yang harus dipindah per ton batubara—langsung ngirit solar, ban, dan jam mesin.
  5. EBITDA per bcm makin gemuk.Dari Rp 3,6 k → 5,4 k → 6,0 k per bcm. Setiap kubik tanah sekarang "ngasih duit" +66% dibanding 2022—proof GMP & haul-road upgrade bekerja.

What to watch di 2025 🔭

Fokus
Kenapa penting?
Rebound volume
Kalau strip ratio kembali 9-10×, revenue lompat tanpa naikin tarif.
Beban bunga & SG&A
NPM super-tipis; tiap rupiah bunga bikin beda.
Capex vs cashflow
EBITDA naik percuma kalau langsung habis buat fleet baru.
Kontrak baru & eskalasi tarif
Pastikan fee tetap cost-plus biar margin nggak kejepit di siklus coal rendah.
4 Oktober 2023

Pemilik Institusional Teratas (4 Agustus 2025)

Pemilik
% kepemilikan
Saham Dimiliki
Tanggal Dilaporkan
Nilai (Dalam 1.000an)
PT Madhani Talatah Nusantara
21,07%
8.571.764.722
07/07/2025
1.902.931.768
Zurich Assets International, Ltd.
15,55%
6.328.395.390
07/05/2025
1.404.903.777
PT Andhesti Tungkas Pratama
11,76%
4.785.666.666
07/05/2025
1.062.418.000
PT Antareja Mahada Makmur
9,72%
3.954.823.266
07/05/2025
877.970.765
American Century Investment Management Inc
0,13%
51.977.410
30/06/2025
11.538.985
image
Menggunakan dana 2,6 Triliun dari pinjaman sindikasi Bank BCA dkk
Menggunakan dana 2,6 Triliun dari pinjaman sindikasi Bank BCA dkk
PPT Public Expose DEWA 2024
PT Madhani Talatah Nusantara yang sebelumnya konversi utang jadi saham kembali jual sahamnya (wajar aja). Pertanyaan: Siapa yang beli?
PT Madhani Talatah Nusantara yang sebelumnya konversi utang jadi saham kembali jual sahamnya (wajar aja). Pertanyaan: Siapa yang beli?

Key Points:

  • Produktivitas meningkat—efisiensi improve
  • Subkontraktor —> In house (kerjain sendiri)
  • Kapasitas 2025 = 125jt bcm di 2026 bisa jadi 160jt bcm
  • https://www.youtube.com/watch?v=aKfYVpvKI38
  • First quarter 2026 akan fully in house (tadinya target di 2027, wow ok)
  • Kenapa buyback? DEWA lihat investor percaya dengan mereka
  • Kedepannya akan ekspansi jadi beyond coal mining services