BBCA - Bank Central Asia (60%)

BBCA - Bank Central Asia (60%)

image

PE hari ini lebih buruk dibandingkan dengan PE saat Pandemi Covid 19

image
Selama 5 tahun, saham BBCA naik +32% sementara laba bersih meningkat sekitar 100%
Statistik BEI per 8 Agustus 2025
Statistik BEI per 8 Agustus 2025

Top Leaders di IHSG saat ini terdiri dari emiten-emiten yang secara fundamental tidak memiliki kinerja kokoh untuk terus mendukung posisi IHSG di level sekarang. Sebaliknya, Top Laggards justru mencakup BBCA yang sebenarnya merupakan "True Leader".

image
πŸ’‘

Saat ini Portofolio Palsu didominasi oleh emiten mikro, kecil, dan menengah (secara kapitalisasi pasar). Apakah kita perlu menyeimbangkannya? πŸ€”Β Atau sebaiknya kita pilih BBRI saja karena kebetulan kita sudah punya?

image
image

Selama BBRI berada dalam PP, saham ini telah membagikan dividen sebesar Rp241.560 yang setara dengan imbal hasil 6,81% dari harga pembelian awal. Meskipun saat ini mengalami Floating Loss -4,21%, jika dijual sekarang, PP sebenarnya masih mendapatkan keuntungan meski kecil. Namun, apakah sebaiknya kita menjualnya dan beralih ke BBCA? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Kinerja EPS BBRI
Kinerja EPS BBRI
Kinerja EPS BBCA
Kinerja EPS BBCA

Bank BRI dan Bank BCA menunjukkan perbedaan EPS yang signifikan pada dua kuartal pertama tahun 2025. Sementara Bank BRI terus mengalami penurunan kinerja, Bank BCA justru masih mampu tumbuh di tengah kondisi ekonomi saat ini. Hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan segmentasi pasarβ€”Bank BCA memiliki basis nasabah menengah ke atas yang lebih besar dibandingkan dengan BRI.

πŸ’‘

Bagaimana soal dividen mereka?

BBCA
Interim (Rp/saham, adjusted)
Final (Rp/saham, adjusted)
Total (Rp/saham, adjusted)
2024
50.0
250.0
300.0
2023
42.5
227.5
270.0
2022
35.0
170.0
205.0
2021 *
25.0
120.0
145.0
2020
19.6
86.4
106.0
2019
20.0
51.0
71.0
2018
17.0
51.0
68.0
2017
16.0
35.0
51.0

* 2021 sudah di-adjust karena ada stock split 5-for-1.

BBRI
Interim (Rp/saham, adjusted)
Final (Rp/saham, adjusted)
Total (Rp/saham, adjusted)
2024
135.0
208.4
343.4
2023
84.0
235.0
319.0
2022
57.0
231.22
288.22
2021
–
174.25
174.25
2020
–
168.20
168.20
2019
–
132.17
132.17
2018
–
106.75
106.75
2017*
–
85.722
85.722

* 2017 final dividen aslinya sekitar Rp 428,61 sebelum stock split 5:1 β†’ setelah di-adjust jadi Rp 85,722 per saham.

πŸ’‘

Saat ini tampaknya gak ada alasan kuat untuk menjual BBRI dengan rugi, mengingat nilai dividennya cukup menarik dan kemungkinan akan bagi dividen lagi di Desember (sekitar 4 bulan lagi). Bahkan kalau memang ingin menambah posisi di BBCA juga gak masalah, terutama karena harga saat ini (Rp8.475) lagi ada di salah satu level PE terendah dalam 10 tahun terakhir.

Sudut pandang lain tentang BBCA di harga sekarang:

Kalau beli BBCA di harga hari ini Rp8.475 dan dipegang hingga April 2026 nanti total dividen yang akan didapatkan (asumsi sama) seperti dividen tahun lalu (Rp300) per lembar. Maka imbal hasil dari dividen saja angkanya sekitar +3,5%. Angkanya kurang lebih sama dengan kalau dana tsb ditempatkan di deposito BBCA. Bedanya? Deposito Bank BCA butuh waktu 12 bulan. Dividen? β€œHanya” butuh waktu sekitar 8 bulan. Bedanya lagi? Ada potensi kenaikan harga saham BBCA di 8 bulan ke depan. Sambil nunggu dividen cair, sambil nunggu adanya perbaikan harga dari Saham BBCA itu sendiri.

πŸ‘ŒπŸ»

Rasanya sudah tidak perlu banyak data lagi untuk menunjukkan seberapa baik kinerja Bank BCA dari tahun ke tahun, dengan data saat ini sepertinya kelengkapan informasinya sudah 60%

πŸ˜΅β€πŸ’«18 Agustus - Beli MPIX, BBCA dan Jual KAQI