Saham yang ditinggalkan.. (ditengah maraknya irasionalitas pasar)

Satu tahun terakhir saham ini turun nyaris 40%!

Market seakan lupa dengan upaya AMRT yang dalam 10 tahun terakhir NPM-nya bertumbuh. Dari hanya 0.93% (Desember 2015) ke angka 2.66% (Juni 2025)

Tidak sulit untuk melihat PE AMRT saat ini berada di titik terendahnya di sekitar 21x. Dengan PE rata-rata selama 5 tahun terakhir adalah 34x maka tidak berlebihan untuk kita berharap AMRT kembali diperdagangkan di PE 27,5x (21+34 dibagi 2)

Dengan estimasi EPS AMRT di 2025 ini sekitar Rp90 maka harga βwajarβ menurut hitung-hitungan sederhana kita barusan adalah Rp90 x 27,5 = Rp2.475
Kalau kita punya estimasi AMRT hanya bisa menghasilkan seperti tahun lalu (2024) di EPS Rp75 maka harga βwajarβ nya akan jadi Rp75 x 27,5 = Rp2.062,5 yang artinya harga saat ini Rp1.925 hanya punya margin of safety sekitar 7%

Kinerja keuangan AMRT (singkat saja)

Selama 10 tahun terakhir AMRT berhasil menaikkan penjualan dari hanya 48 triliun di tahun 2015, menjadi 118 triliun di tahun 2024. Di tahun 2025?

6 bulan pertama di 2025 ini AMRT udah raih pendapatan 63 triliun. Kalau kita setahunkan jadi sekitar 126 triliun! Coba bandingkan dengan 6 bulan pertama tahun 2024 yang nilainya 59 triliun.

Dengan menggunakan cagrcalculator.net kita bisa hitung laju pertumbuhan pendapatan dari AMRT. Masukkan angka 48 di starting value, masukkan angka 126 di ending value. Hasilnya akan muncul CAGR 10,13% alias pertumbuhan penjualan AMRT tiap tahun adalah sekitar 10%. Sangat besar untuk sebuah perusahaan yang pendapatannya udah puluhan bahkan ratusan triliun!

GPM AMRT juga tumbuh tipis dari 19% ke 21,45% dalam 10 tahun, bukan sesuatu yang bisa kita abaikan begitu aja karena peningkatan GPM ini juga yang berkontribusi ke kenaikan NPM 10 tahun terakhir! Dengan kemampuan ini, kita cukup nyaman untuk bilang AMRT mampu mempertahankan GPM dan NPM misal 1-3-5 tahun ke depan! Bahkan lebih?
Kenapa beli saham ini?

Seperti kata Peter Lynch di dalam bukunya One Up on Wall Street
Chapter 11: The two-minute drill.
Before buying a stock, I like to be able to give a two-minute monologue that covers the reasons I'm interested in it, what has to happen for the company to succeed, and the pitfalls that stand in its path.
Menurut gue ini kesempatan menarik untuk masuk ke saham di kategori stalwart. Dengan pertumbuhan 10% per tahun (lebih tinggi dari pertumbuhan PDB), produknya sederhana yaitu kebutuhan sehari-hari (sangat tidak siklikal), GPM NPM tumbuh konsisten, ada dividen meski sangat tipis dan harganya yang terdiskon sekitar 22,5% (harga wajar menurut gue di Rp2.475/lembar) membuat gue nyaman untuk membelinya diharga saat ini.

Ini juga waktu yang tepat untuk kembali menyimak video tentang Alfamart saat harga AMRT Rp2.940 sekitar 2 tahun lalu di sini: ππ»ππ»ππ»
Update 22 Maret 2026

Harga saham AMRT drop lagi dari level Rp1.920 sekitar Oktober tahun lalu menjadi Rp1.445 hari ini. Kapitalisasi pasar AMRT sisa 60,2T


Harga rata-rata buyback AMRT adalah Rp1.877,8 per lembar.
(Total dana : total lembar = harga rata-rata)
Harga saham AMRT hari ini (Rp1.445/lembar) lebih rendah 23,05% dari harga rata-rata kegiatan buyback mereka. Membeli saham AMRT hari ini otomatis 23% lebih βpintarβ dari manajemen Alfamart
Apa Manajemen Tidak Tahu Harga Bakal Turun?
Kalau manajemen tahu harga akan turun lebih rendah lagi, rata-rata harga buyback pasti tidak akan setinggi Rp1.887. Ini menunjukkan bahwa manajemen pun tidak tahu harga akan bergerak ke mana dalam jangka pendek. Jadi, buat apa kita yang bukan siapa-siapa ini terus menebak harga akan naik atau turun dalam jangka pendek?

Selama harga beli kita masih berada di batas wajar (tidak terlalu mahal, syukur-syukur lebih murah dari intrinsic value) dan orientasi kita bukan jangka pendek, volatilitas harga bukan masalah.

Valuasi AMRT hari ini 19,44x, berharap harganya kembali seperti di Bulan Oktober 2025 (PE 21x; Rp1.920/lembar alias saat kita tertarik untuk membeli 5 bulan yang lalu) artinya masih ada potensi upside +32%. Saat ketidakpastian di pasar sangat tinggi seperti saat ini, memasukkan saham di sektor deffensive dapat menjadi sebuah pilihan.

