PP melakukan pembelian kembali saham ASSA di harga Rp785. Membeli saham yang sudah ada dalam portofolio kita sendiri seringkali merupakan pilihan yang baik.
Tugas kita sebagai investor adalah membeli hanya ketika pasar menawarkan harga yang kita anggap menarik.


Estimasi Laba Bersih per Saham ASSA FY 2024?
Laba bersih / Total lembar saham = 300.000.000.000 / 3.691.137.517 lembar = Rp81,27
Kalau ada perusahaan X yang labanya tumbuh dari 104 miliar di tahun 2023 dan di tahun 2025 labanya tumbuh jadi 300 miliar. Artinya tiap tahun seakan-akan perusahaan ini tumbuh labanya +69,84%. Tentu tidak semua perusahaan bisa melakukan hal ini.

Berapa harga wajar ASSA?
Untuk kasus seperti ini biasanya gue tinggal kalian dengan PE βwajarβ yang sifatnya sangat subjektif. Untuk gue ASSA wajarnya diperdagangkan dengan harga at least 15x laba bersih per saham. Estimasi EPS FY 2025? Rp81,27. Anggap Rp80. Kita kalikan 15 = Rp1.200
Jangan tanyakan 15x datang dari mana karena gue juga nggak tahu. Kira-kira aja πββοΈ
Dengan harga pembelian hari ini di Rp785, margin of safety perusahaan ini menurut gue berada di sekitar 52,8%. Darimana asalnya? (1.200 - 785) / 785 = 0,528 atau 52,8%

Saat ini di Portofolio Palsu ASSA punya harga rerata = Rp825,43 per lembar yang artinya (kalau memang harga wajarnya menurut gue di Rp1.200) masih memiliki Margin of Safety sekitar 45,4% (dihitung dari (1.200 - 825,43) / 825,43 = 0,454 atau 45,4%)


ASSA punya riwayat bagi dividen interim (tengah tahun) di bulan November (untuk kinerja semester 1 di tahun tersebut. Tahun lalu ASSA bagi dividen Rp20 per lembar atas dasar kinerja semester 1 2024.

Dengan EPS Q1+Q2 yang jumlahnya sekitar Rp55 per lembar rasanya tidak sulit untuk ASSA membagikan lagi dividen interim di tahun 2025 ini dengan nilai yang kurang lebih sama sekitar Rp20 per lembar.
Maka dengan harga Rp785 per lembar dan durasi βmenungguβ sekitar 1 bulan dan dengan asumsi dividen Rp20 per lembar PP bisa mendapatkan imbal hasil +2,5% dalam waktu 1 bulan.

