🚢

2 Maret - Spekulasi di SOCI

Perang di Iran membuat salah satu jalur minyak tersibuk di dunia, yaitu Selat Hormuz (di selatan Iran), menjadi tidak kondusif. Beberapa laporan bahkan menyebut jalur ini ditutup. Hal ini membuat tarif sewa VLCC (Very Large Crude Carrier) naik sangat signifikan. SOCI adalah salah satu perusahaan terbuka di Indonesia yang (katanya) memiliki VLCC, sehingga sangat mungkin terjadi
Perang di Iran membuat salah satu jalur minyak tersibuk di dunia, yaitu Selat Hormuz (di selatan Iran), menjadi tidak kondusif. Beberapa laporan bahkan menyebut jalur ini ditutup. Hal ini membuat tarif sewa VLCC (Very Large Crude Carrier) naik sangat signifikan. SOCI adalah salah satu perusahaan terbuka di Indonesia yang (katanya) memiliki VLCC, sehingga sangat mungkin terjadi market madness yang mendorong orang ramai-ramai membeli saham SOCI. Untuk SOCI sendiri sebenarnya beroperasi mayoritas di Indonesia, jadi mestinya nggak ngaruh-ngaruh amat kinerjanya terkait kenaikan harga sewa VLCC itu. Harapannya, harga saham bisa melonjak dalam waktu singkat. Namun, karena ini aktivitas spekulasi, sebaiknya dana yang digunakan hanya 2% dari total portofolio.

Kenalan dengan VLCC!

VLCC rate untuk 1 tahun naik signifikan sejak Januari 2026
VLCC rate untuk 1 tahun naik signifikan sejak Januari 2026

Rate VLCC yang naik ini tentu akan menguntungkan untuk perusahaan yang memang punya VLCC

🤔

Apa itu VLCC?

VLCC singkatan dari Very Large Crude Carrier. Kalau diterjemahkan, artinya Kapal Pengangkut Minyak yang Sangat Besar. Ukuran panjangnya bisa 330 meter, sekali angkut kapasitasnya bisa 2 juta barel minyak

image
Quick search di Google ada list Oil Tanker Companies sebagai referensi tambahan
Perhatikan kenaikan saham FRO yang terjadi di kuartal 1 2026 ini. Tentu LK perusahaan juga belum keluar. Hanya sentimen yang nge-drive harga sahamnya.
Perhatikan kenaikan saham FRO yang terjadi di kuartal 1 2026 ini. Tentu LK perusahaan juga belum keluar. Hanya sentimen yang nge-drive harga sahamnya.
image
image
image
image
image
☝🏻

5 dari 5 saham oil tanker itu naik di waktu yang sama. Mungkin opportunity itu bisa kita tangkap juga di Indonesia

2 Saham Oil Tanker di Indonesia

Ada dua saham yang sering dibahas sebagai pemain tanker terbesar di Indonesia: SOCI dan BULL. Ada satu lagi yaitu PIS (Pertamina International Shipping) namun sayangnya perusahaan ini tertutup.

Walau tertutup kita bisa cek Annual Report PIS di Internet. Kita cari “VLCC” langsung muncul 2 kapal VLCC yang surprisingly tahun dibuatnya 2020. Sangat muda = sangat prima!
Walau tertutup kita bisa cek Annual Report PIS di Internet. Kita cari “VLCC” langsung muncul 2 kapal VLCC yang surprisingly tahun dibuatnya 2020. Sangat muda = sangat prima!
SOCI kapasitanya 1,4jt DWT. Clientnya di Indonesia
SOCI kapasitanya 1,4jt DWT. Clientnya di Indonesia
BULL kapasitasnya 700rb DWT. Namun clientnya berasal dari luar negeri, sehingga sangat mampu memanfaatkan kenaikan tarif per hari
BULL kapasitasnya 700rb DWT. Namun clientnya berasal dari luar negeri, sehingga sangat mampu memanfaatkan kenaikan tarif per hari
💡

Belajar dari 5 saham kapal oil tanker di atas, kita nggak perlu nunggu LK-nya keluar. Jadi, kita bahas LK-nya sedikit saja. Dalam jangka pendek, yang terjadi hanya pertarungan: “Seberapa banyak yang mau beli dan seberapa banyak yang mau jual.”

image
image
image

Gue memutuskan untuk ulik SOCI lebih dalam karena kapasitas angkutnya yang lebih besar (dalam DWT) dan menariknya SOCI ada order-an dari PT Pertamina International Shipping (PIS: selaku pemilik 2 kapal VLCC yang dapat berkah kenaikan tarif sewa)

DWT dan kapasitas VLCC kalau diibaratkan ngangkut paus 🐳
DWT dan kapasitas VLCC kalau diibaratkan ngangkut paus 🐳
image
Kemungkinan PIS kelebihan order-an jadinya dilempar ke SOCI
Kemungkinan PIS kelebihan order-an jadinya dilempar ke SOCI
💡

Faktor lainnya adalah kepemilikan saham di SOCI lebih jelas dibanding BULL, dan jumlah pemegang saham SOCI lebih sedikit. Ingat: makin banyak pembeli dibanding penjual, makin baik.

SOCI (Per 31 Januari 2026)

Nama Pemegang Saham
Jumlah Saham
Persentase
Status
PT Darma Pertiwi Raya
2.474.261.252
35,05%
Pengendali
PT Pilar Sukses Utama
2.474.261.252
35,05%
Pengendali
Masyarakat - Non Warkat (Scripless)
1.113.850.500
15,78%
Non-Pengendali
Masyarakat - Warkat (Scrip)
996.626.996
14,12%
Non-Pengendali
Saham Treasury
0
0%
-
Total
7.059.000.000
100%
Keterangan
Bulan Sebelumnya
Bulan Ini (Januari 2026)
Perubahan
Total Pemegang Saham
11.695
14.063
+ 2.368

BULL (Per 31 Januari 2026)

Nama Pemegang Saham
Jumlah Saham
Persentase
Status
PT Delta Royal
2.251.898.042
14,534%
Pengendali
Fortune Street Limited
1.408.585.144
9,091%
Pemegang Saham > 5%
PT KB Valbury
1.060.000.000
6,841%
Pemegang Saham > 5%
Wong Kevin (Direksi)
298.137.950
1,924%
Pengurus
PT Danatama Makmur
203.108.094
1,311%
Afiliasi
PT Danatama Kapital
180.782.994
1,166%
Afiliasi
Nanny D Tirtawidjaja
54.992.100
0,354%
Afiliasi
PT Astrindo Nusantara
46.433.750
0,3%
Afiliasi
PT Geo Link Indonesia
18.671.400
0,121%
Afiliasi
PT Danatama Perkasa
1.988.769
0,013%
Afiliasi
Masyarakat (Non-Warkat)
9.969.838.350
64,345%
Publik
Keterangan
Bulan Sebelumnya
Bulan Ini (Januari 2026)
Perubahan
Total Pemegang Saham
35.701
69.261
+ 33.560

Kenapa tarif VLCC naik?

1. Ada 1 perusahaan beli banyak kapal VLCC di seluruh dunia

Jumlah kapal VLCC di dunia tidak banyak, mungkin sekitar 1.000 unit. Namun, ada satu perusahaan pelayaran asal Korea yang membeli dan menyewa kapal jenis ini besar-besaran sejak Desember 2025 hingga hari ini. Angkanya bervariasi, ada yang menyebut 90-120. Anggap saja 100 unit. Jika 100 dari 1.000, artinya 10% kapal VLCC dikuasai oleh satu perusahaan saja!

Masalahnya, dari 1.000 kapal yang tersedia, selalu ada kapal yang usianya udah gak prima alias udah tua. Ada juga yang kena sanksi (blacklist) karena mengangkut minyak dari negara yang dilarang. Jumlahnya sekitar 200 unit VLCC. Jadi, kalau kapal yang kena sanksi kita keluarkan dari daftar VLCC yang “layak”, posisi Sinokor jadi terlihat lebih hebat lagi. Sinokor punya 100 dari 800 kapal VLCC yang layak.

Shadow Fleet tarifnya lebih mahal karena risikonya jauh lebih tinggi: dicegat, gak ada asuransi, tp disatu sisi negara yang diembargo gak punya pilihan untuk tidak pakai kapal ini daripada minyaknya nganggur aja gitu.
Shadow Fleet tarifnya lebih mahal karena risikonya jauh lebih tinggi: dicegat, gak ada asuransi, tp disatu sisi negara yang diembargo gak punya pilihan untuk tidak pakai kapal ini daripada minyaknya nganggur aja gitu.
👇🏻

Bacaan menarik tentang Sinokor dan VLCC-nya

The scale of Sinokor’s position became more apparent this week, as it controlled almost all the VLCCs available for hire to load oil from the US Gulf Coast, a major oil-exporting region.
If all Sinokor’s targeted VLCC acquisitions come to fruition, Greece’s Allied Shipbroking is forecasting that the six largest VLCC owners in the world would collectively control close to 30% of the global fleet of 911 ships. The top six list, along with Sinokor, is made up of China Merchants, COSCO, Fredriksen, Bahri, and Angelicoussis Group, according to data from Allied. Calculations by broker Hartland suggest that Sinokor is now operating a VLCC fleet of close to 100 ships, giving it an 11% market share of tanker’s biggest vessels, and somewhere between 15% and 20% of the compliant, non-sanctioned fleet.

Artikel yang bagus terkait kekuatan Sinokor: 👇

👇🏻

Bukan hanya VLCC yang akan kena manfaatnya

There are alternatives when the VLCC fleet becomes too stretched. As rates surge, it can be cheaper for two smaller ships to carry a cargo that would be on a larger one. Earnings for vessels that haul 1 million barrels of oil have also climbed in recent days.

2. Meningkatnya tensi perang di Iran

Ada satu selat yang menjadi jalur lewat banyak kapal pengangkut minyak dunia. Sekitar 20% arus minyak dunia melewati sini. Karena perang, kondisi selat ini sedang tidak kondusif. Terakhir, gue lihat ada kapal yang ditenggelamkan.

image

Action di Portofolio Palsu

Portofolio Palsu mengalokasikan 2% dana untuk membeli SOCI pada harga pasar besok pagi, sekitar Rp1 juta. (Ada injeksi dana baru pada 1 Maret 2026)

image

Tambahan sentimen untuk SOCI

image

SOCI beli kapal 35 juta USD, ini kapal apa? Apakah ini penting? Udah dateng kapalnya?

‣

🚢 Kapal yang Dibeli SOCI

💡

Di mana kita bisa cari informasi tentang pembelian kapal ini? Public Expose SOCI

image

Segmen Usaha Pelayaran

Total kapasitas armada kapal Perseroan saat ini sebesar 1,4 juta DWT. Kapasitas ini mencerminkan pangsa pasar sekitar 18% jika menggunakan data jumlah kapal tanker minyak berbendera Indonesia sebesar 7,8 juta DWT pada 2025 (menurut data UN Trade & Development). Perseroan belum melihat pergeseran pasar yang signifikan di industri pelayaran tanker Indonesia saat ini.

Segmen Galangan Kapal

Indonesia memiliki sekitar 342 galangan kapal menurut Kementerian Perindustrian. Namun, yang memiliki fasilitas memadai sangat terbatas. Galangan kapal nasional menghadapi tantangan modal kerja, investasi, daya saing, dan SDM. SOCI melihat peluang luas dari permintaan, seiring pemberlakuan azas cabotage yang mendorong pertumbuhan kapal berbendera Indonesia.

💡

Mereka punya 2 segmen usaha: Pelayaran dan Galangan Kapal. Mana yang berkontribusi signifikan dari kedua segmen ini?

image.png

Hampir seluruh pendapatan SOCI berasal dari bisnis pelayaran. Kemungkinan galangan kapal ini paling banyak untuk maintenance kapal mereka sendiri. NPM mereka dari bisnis pelayaran ini sekitar 10,16%. Bagus atau jelek? Harus kita bandingkan dengan riwayat NPM-nya dari waktu ke waktu.

Akun (Miliar IDR)
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022
2023
2024
9M 2025
Total Pendapatan
1,298
1,586
1,899
1,734
1,858
1,887
2,225
1,894
1,843
2,143
2,593
2,625
1,937
Beban Pokok Penjualan
(860)
(948)
(1,207)
(1,094)
(1,225)
(1,196)
(1,499)
(1,368)
(1,330)
(1,536)
(2,004)
(1,962)
(1,414)
Laba Kotor
438
638
693
640
633
691
726
527
512
607
589
664
523
GPM (%)
33.7%
40.2%
36.5%
36.9%
34.1%
36.6%
32.6%
27.8%
27.8%
28.3%
22.7%
25.3%
27.0%
Total Beban Usaha
(82)
(83)
(109)
(136)
(159)
(170)
(187)
(148)
(142)
(161)
(173)
(178)
(135)
Laba Usaha
356
555
584
503
474
521
539
379
370
446
416
485
387
Penghasilan/Beban Lain
13
(117)
(16)
(187)
(163)
(303)
(355)
76
(260)
(315)
(249)
(182)
(166)
Laba Sebelum Pajak
369
438
568
316
311
218
184
455
111
131
166
303
222
Beban Pajak
-
(24)
(19)
(34)
(23)
(27)
(52)
(57)
(33)
(34)
(30)
(32)
(24)
Laba Bersih Operasi
369
414
548
282
288
191
132
398
78
96
136
272
198
Laba Bersih Berjalan
369
414
548
282
288
191
132
398
78
96
136
272
198
Komprehensif Lain
-
-
(2)
(7)
(3)
3
(1)
(2)
16
2
(6)
7
-
Jumlah Laba Komprehensif
369
414
546
276
286
194
131
396
93
99
130
278
198
Laba Bersih Entitas Induk
369
413
548
282
289
191
133
397
78
96
136
272
198
NPM (%)
28.4%
26.0%
28.9%
16.3%
15.6%
10.1%
6.0%
21.0%
4.2%
4.5%
5.2%
10.4%
10.2%
Code_Generated_Image (2).png