🎢

1 September - Beli Saham KETR @600

image

Beberapa waktu yang lalu, PP melakukan pembelian saham MPIX. Akibat mekanisme pasar (lebih banyak yang mau beli daripada yang mau jual), harga saham MPIX kemudian melompat 38% hanya dalam waktu 5 hari yang kemudian kita manfaatkan untuk realisasi keuntungan. Lebih lengkap bisa cek di sini: 💳25 Agustus - Penjualan Saham MPIX

Kita memiliki ekstra dana sebesar 2,3 juta dari hasil penjualan saham MPIX yang dapat dimanfaatkan untuk membeli saham lain. Untuk kali ini, pilihan jatuh pada saham KETR.

image

Setelah sebulan terakhir saham KETR naik +150%, karena buruknya kondisi Indonesia belakangan ini mengakibatkan saham KETR (dan banyak saham lainnya) dibuka di harga ARB, sekitar Rp540. Niat hati mau pasang order di Rp540 karena kurang teliti, ternyata pasang harga di Rp600 yang kemudian langsung dapat barangnya.

image

Aksi pembelian ini menimbulkan pertanyaan. Kenapa beli Saham KETR padahal kelengkapan puzzle-nya baru 15%?

image

Mari kita bahas sedikit..

Ada 2 segmen utama di perusahaan KETR: Instalasi Fiber Optic dan Maintenance Fiber Optic

Yang seksi dari kedua segmen ini adalah segmen “Jasa Konstruksi dan Penjualan Sistem Kabel Serat Optik” namun sifatnya sekali-kali saja (one off). Berbeda dengan segmen kedua yaitu “Pemeliharaan dan Pengelolaan Sistem Kabel Serta Optik” yang sifatnya berulang (recurring). Namun kedua segmennya memiliki GPM yang sangat besar:
Yang seksi dari kedua segmen ini adalah segmen “Jasa Konstruksi dan Penjualan Sistem Kabel Serat Optik” namun sifatnya sekali-kali saja (one off). Berbeda dengan segmen kedua yaitu “Pemeliharaan dan Pengelolaan Sistem Kabel Serta Optik” yang sifatnya berulang (recurring). Namun kedua segmennya memiliki GPM yang sangat besar: Instalasi = 47%, Maintenance = 57%. Net Profit Margin (NPM) secara keseluruhan ada di angka 15%
Terlihat di segmen “Instalasi” semester 1 2025, laba kotornya sudah senilai dengan apa yang KETR berhasil lakukan di tahun 2024 (Full Year). Kenapa bisa begitu? Karena ada pembelian/pesanan dari 2 pihak besar. PT Pusat Fiber Indonesia (Anak usaha INET) dan PT Remala Abadi (DATA). Sedangkan di segmen “Maintenance” relatif sama seperti tahun lalu. GPM
Terlihat di segmen “Instalasi” semester 1 2025, laba kotornya sudah senilai dengan apa yang KETR berhasil lakukan di tahun 2024 (Full Year). Kenapa bisa begitu? Karena ada pembelian/pesanan dari 2 pihak besar. PT Pusat Fiber Indonesia (Anak usaha INET) dan PT Remala Abadi (DATA). Sedangkan di segmen “Maintenance” relatif sama seperti tahun lalu. GPM Instalasi turun jadi 41%, GPM Maintenance tetap di sekitar 57%, yang menarik NPM jadi 24%. Ini adalah sumbangsih dari tingginya kenaikan pendapatan dari segmen “Instalasi”
Dua pihak penyumbang revenue besar KETR di kuartal 2 2025 ini adalah PT PFI dan PT Remala Abadi
Dua pihak penyumbang revenue besar KETR di kuartal 2 2025 ini adalah PT PFI dan PT Remala Abadi

Dari pembahasan singkat di atas, sangat terlihat bahwa yang punya peranan besar di saham KETR ini adalah Segmen Instalasi.

💡

Penting untuk kita cari tahu proyek-proyek apa aja yang mungkin akan KETR ini lakukan di kuartal-kuartal selanjutnya.

Potensi tambahan revenue KETR:

1. Tagihan bruto kepada pemberi kerja

image

Kerjaan instalasi kabel belum selesai 100%, terlihat saldo “Tagihan” ini nilainya masih 443 miliar di kuartal 2 2025. Kapan akan dicatatkan sebagai pendapatan? Nanti saat kerjaannya selesai. Kapan selesainya? Entahlah. Mungkin 1 tahun. Mungkin lebih.

2. Proyek SKKL Rising 8

image

Gue rasa SKKL (Sistem Komunikasi Kabel Laut) Rising 8 ini sudah berjalan dan akan selesai di Q4 2025. KETR bikin project ini untuk siapa? Sepertinya untuk PT PFI. Coba cek berita ini:

pasardanaid Lewat Entitas Anak, INET Targetkan 1 Juta Pembangunan Homepass Barupasardanaid Lewat Entitas Anak, INET Targetkan 1 Juta Pembangunan Homepass Baru

image

Meskipun “kartu” pembelinya sudah terbuka (PT PFI tadi), namun KTER kasih informasi menggantung terkait potensi pelanggan lainnya. Perhatikan apa yang perusahaan tulis dibagian “Komersial” itu dan status RFS (Ready For Service) di tahun 2026 untuk Batam-Singapore. Mestinya akan ada tambahan revenue dari SKKL Rising 8 ini baik di segmen Instalasi maupun di segmen Maintenance.

3. Proyek SKKL Indonesia Tengah

image

Entah siapa pembeli atau pelanggan di proyek ini namun panjang kabel 2.614km ini tentu bisa kasih KETR revenue yang signifikan (kemarin di SKKL Rising 8 yang 1.100km aja nyumbang sekitar 300-400M). Proyek ini belum berjalan, karena perusahaan dengan jelas menuliskan “akan dilakukan setelah penggelaran SKKL Rising 8 selesai.) Apakah pembelinya PFI lagi? Atau Remala? Kita masih belum tahu. Kartunya belum terbuka.

Sekedar informasi terkait alur penggelaran kabel KETR:
image
image

Statusnya SKKL Indonesia Tengah memang masih di “Marine Survey”. Dimana statusnya SKKL Rising 8? Sepertinya masih di “Penggelaran Kabel Laut” kenapa begitu? Karena status “Persediaan” KETR di Q2 2025 ini nilainya masih 580 miliar

4. Proyek Kapal Bentang Bahari

image

Tanggal 1 Oktober 2025 perusahaan akan RUPSLB untuk bahas rencana penambahan usaha sewa kapal. Untuk apa? Sesuai spesifikasi kapalnya yaitu CLV alias Cable Laying Vessel

image

Kapal CLV ini di dunia hanya ada di kisaran 60-80 jumlahnya. KETR di laporannya bilang perusahaan sejenis yang punya kapal dengan spesifikasi yang sama ada sekitar 6.

image

Pada artikel ini:

PT INDO PREMIER SECURITIES Triasmitra (KETR) Bangun Kabel Laut Rising-8 Jakarta-Singapura, Butuh Dana JumboPT INDO PREMIER SECURITIES Triasmitra (KETR) Bangun Kabel Laut Rising-8 Jakarta-Singapura, Butuh Dana Jumbo
Dirutnya bilang waktu November tahun 2022:

Titus menambahkan, saat ini pembangunan infrastruktur kabel bawah laut masih belum bisa sepenuhnya dilakukan secara masif karena masih ada beberapa kendala, salah satu kendalanya adalah terbatasnya jumlah kapal penggelar kabel di Indonesia. Keterbatasan ini membuat para  developer  atau kontraktor yang akan melakukan penggelaran kabel bawah laut harus antre untuk memperoleh jadwal kapal penggelar.
image

Status pembangunannya memang sudah 95% dan estimasi selesai September 2025. Apakah akan selesai tepat waktu? Belum tentu. Karena estimasi awalnya selesai di 2024. Namun melihat perusahaan sudah mulai menyuarakan adanya tambahan revenue baru dari Bentang Bahari ini (lewat RUPSLB), sepertinya kita bisa berharap kapalnya selesai beneran dalam waktu dekat

Idealnya, saat SKKL Rising 8 selesai, SKKL Indonesia Tengah bisa langsung jalan dan menggunakan kapal CLV Bentang Bahari. Namun, perlu waspada terkait depresiasi dari kapal ini. Nilainya bisa cukup besar dan menggerus laba dari KETR. Saat ini, kita belum tahu perhitungan depresiasinya akan dibuat berapa tahun lamanya.

💡

Mungkin itu beberapa poin menarik yang bisa diperhatikan di saham KETR

Kenapa Beli di Harga Rp600?

  1. Kepencet. Pengennya beli di Rp540 🤨

Di harga Rp540, kapitalisasi pasar KETR ada di sekitar 1,5 triliun. (Lembar saham ada 2,84 Miliar)

Perusahaan ini telah investasi ke CLV Bentang Bahari kurang lebih 500 miliar

image

95% selesai, nilainya 515 miliar

image

Persediaan dalam bentuk kabel fiber optik nilainya sekitar 580 miliar

☝🏻

Kapal + Persediaan = 500 M + 580 M = 1,08 Triliun

image
image

Perusahaan punya uang kas 170 miliar

image

Perusahaan punya utang obligasi dan ke lembaga keuangan non-bank nilainya cukup signifikan sekitar 700 miliar IDR. Meski besar, dulu waktu perusahaan relase obligasi, rating obligasi tsb AAA alias yang paling tinggi. Artinya lembaga pemeringkatan itu menilai bahwa kalau ngutangin uang ke KETR, dia sangat bisa bayar.

image
image

Perusahaan KETR dalam 6 bulan pertama tahun 2025 ini menghasilkan uang kas bersih 250 M. Tiap Rp100 pendapatan dari proyek, KETR bisa dapat kas bersih Rp57 (Rp43 sisanya dibayarkan pada pemasok, karyawan, pajak dll) Dengan catatan: Kalau lagi dapat proyek instalasi kabel fiber optic. Kalau enggak? Bisa lesu. Makanya penting untuk kawal proyek KETR dari waktu ke waktu dan aware terhadap berita pemasangan kabel fiber optic laut terutama yang SKKL Rising 8 dan SKKL Indonesia Tengah. Siapapun pembelinya yang ngerjain proyek itu pasti KETR.

Berapa harga yang paling ideal untuk KETR?

Menurut gue adalah saat market capnya 1,1 triliun. Kenapa?

🧮

Market cap 1,1 triliun ÷ 2,8 miliar lembar saham = Rp393 per lembar

Artinya, harga Rp393 per lembar adalah titik dimana kita hanya membayar untuk aset kapal + persediaan fiber optic tanpa mempertimbangkan nilai bisnis lainnya. Dengan membeli di harga Rp600, kita membayar premium sekitar +50% dari nilai aset dasar tersebut.

Sebagai kesimpulan: bisa beli KETR di harga mendekati Rp393 akan sangat baik.

Mungkin itulah alasannya mengapa harganya lompat dari Rp200 ke Rp570 bahkan >Rp700
Mungkin itulah alasannya mengapa harganya lompat dari Rp200 ke Rp570 bahkan >Rp700

Ada update menarik di tanggal 3 September 2025

Teman-teman bisa baca penjelasan perusahaannya di sini:

Gak penting tapi sangat bisa digoreng oleh orang tidak bertanggung jawab
Gak penting tapi sangat bisa digoreng oleh orang tidak bertanggung jawab
Per 3 September belum ada informasi apapun tentang Data Center di Tanjung Pakis
Per 3 September belum ada informasi apapun tentang Data Center di Tanjung Pakis
image
image

Update 3 Sept 22.54 : Setelah baca-baca lagi ternyata yang dimaksud data center di penjelasan mereka adalah NOC (Network Operation Center), karena di “Aset dalam pembangunan” ada NOC Tanjung Pakis. Tapi nilai investasinya sangat kecil. Selain Tj Pakis ini ada juga NOC Ancol dll tapi lagi-lagi nilainya sangat kecil.

image

Pembangunan SKKL Indonesia Tengah ini masih di tahap sangat awal. Panjangnya >2.000km. Butuh dana juga di awal. Sehingga wajar kalau perusahaan ini butuh tambahan dana dari obligasi lagi. Seperti yang disampaikan di sini 👇🏻

image
Berita tahun 2022, proyek SKKL Rising 8 ini baru mulai dikerjakan Februari 2024 (Sumber:
Kapal ini jadwalnya mundur terus sejak 2023. Tapi memang di 2024 ada kasus
Kapal ini jadwalnya mundur terus sejak 2023. Tapi memang di 2024 ada kasus (baca disini). Mungkin di 2025 ini akhirnya beneran bisa jalan. (semoga)
Sudah tidak ada tambahan investasi lagi untuk Kapal Bentang Bahari ini.
Sudah tidak ada tambahan investasi lagi untuk Kapal Bentang Bahari ini.
Timeline-nya sih masuk akal ya di Q1 2026
Timeline-nya sih masuk akal ya di Q1 2026
Harap selalu diingat: pembangunan selesai tidak sama dengan masuk ke revenue. Mesti ada pihak yang beli dulu fiber pair nya itu 👌🏻
Harap selalu diingat: pembangunan selesai tidak sama dengan masuk ke revenue. Mesti ada pihak yang beli dulu fiber pair nya itu 👌🏻