🟢

Saham Treasuri (Treasury Stocks)

Cek video tentang saham treasuri di sini

Kebetulan ada pertanyaan menarik yang bisa membantu menjelaskan konsep saham treasuri ini.

image
image

Kalau kita lihat, saldo kas dan setara kasnya memang berkurang setengah triliun. Kalau kita teliti item-item di atasnya, terlihat ada pembayaran untuk perolehan saham treasuri sebesar 532,8 miliar.

💡

Kita cek catatan no 16!

image

Saham treasuri naik dari 146 juta lembar menjadi 432 juta lembar. Artinya, selama 6 bulan pertama tahun 2026 terjadi pembelian saham sebanyak 286.507.700 lembar.

💡

Kita bisa hitung harga rata-rata beli mereka dengan cara pembagian sederhana: total kas yang dikeluarkan dibagi dengan jumalh saham treasuri baru

1. Total kas yang dikeluarkan

Dari Laporan Arus Kas Konsolidasian untuk periode 6 bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, pos perolehan saham treasuri mencatatkan angka Rp532.835 juta atau Rp532.835.000.000.

💡

Angka Rp4.327 juta di kolom jumlah Catatan 16 adalah nilai nominal/par value sebesar Rp10 per saham, bukan harga perolehan aslinya.

2. Jumlah saham treasuri baru

432.669.000−146.161.300=286.507.700 saham432.669.000 - 146.161.300 = 286.507.700 \text{ saham}

3. Rata-rata harga buyback

Rata-rata Harga=Rp532.835.000.000286.507.700 saham=Rp1.859,76 per saham\text{Rata-rata Harga} = \frac{\text{Rp532.835.000.000}}{286.507.700 \text{ saham}} = \mathbf{Rp1.859,76 \text{ per saham}}

Jadi, secara rata-rata perusahaan melakukan buyback saham treasuri pada semester pertama tahun 2026 di kisaran Rp1.860 per saham.

💡

Harga AMRT hari ini?

image

Artinya: 1. Menurut manajemen, Rp1.860 adalah harga yang “baik” untuk membeli. 2. Bahkan manajemen pun tidak bisa menebak harga terendahnya. Jadi, kenapa kita mencoba? 3. Harga hari ini 28,4% lebih rendah daripada harga buyback AMRT.

image

Yang menarik adalah bahkan di Q3 2025 belum ada 1 lembar pun saham yang di buyback!

image

Manajemen baru mulai buyback ketika harga AMRT menukik tajam dari level all time high-nya pada 24 Oktober 2024, di harga Rp3.480.

💡

Kita bisa hitung rata-rata harga beli kembali saham AMRT yang dilakukan manajemen

Ambil data saham treasuri dari sini
Ambil data saham treasuri dari sini
Ambil data uang yang keluar untuk pembelian saham treasuri dari sini
Ambil data uang yang keluar untuk pembelian saham treasuri dari sini

1. Akumulasi Saham Treasuri per 31 Desember 2025

  • Total Saham Treasuri: 146.161.300 lembar
  • Total Biaya Buyback (Modal yang Dikeluarkan): Rp279.629.000.000 (Rp279,62 miliar)
  • Rata-rata Harga Buyback Keseluruhan (s/d 2025):

Rata-rata Harga=Rp279.629.000.000146.161.300 lembar=Rp1.913,15 per saham\text{Rata-rata Harga} = \frac{\text{Rp279.629.000.000}}{146.161.300 \text{ lembar}} = \mathbf{Rp1.913,15 \text{ per saham}}

Ambil data saham treasuri dari sini
Ambil data saham treasuri dari sini
Ambil data uang yang keluar untuk pembelian saham treasuri dari sini
Ambil data uang yang keluar untuk pembelian saham treasuri dari sini

2. Akumulasi Saham Treasuri per 30 Juni 2026

  • Total Saham Treasuri: 432.669.000 lembar
  • Total Biaya Buyback (Modal yang Dikeluarkan): Rp812.464.000.000 (Rp812,46 miliar)
  • Rata-rata Harga Buyback Keseluruhan (s/d Juni 2026):

Rata-rata Harga=Rp812.464.000.000432.669.000 lembar=Rp1.877,80 per saham\text{Rata-rata Harga} = \frac{\text{Rp812.464.000.000}}{432.669.000 \text{ lembar}} = \mathbf{Rp1.877,80 \text{ per saham}}

👆🏻

Manajemen melakukan average down harga pembelian saham mereka sendiri dari Rp1.913/lembar ke Rp1.877 per lembar dan harga sahamnya masih melanjutkan penurunan

Kesimpulan & Verifikasi Data:

  • Total modal yang sudah terpakai buat buyback: Rp812,46 Miliar untuk memegang 432,67 juta lembar saham.
  • Rata-rata modal perolehan (average cost) seluruh saham treasuri AMRT saat ini: Rp1.878 per saham.
  • Selisih biaya perolehan (2026 H1):

Rp812.464.000.000−Rp279.629.000.000=Rp532.835.000.000\text{Rp812.464.000.000} - \text{Rp279.629.000.000} = \mathbf{Rp532.835.000.000}

👆🏻

Angka Rp532,835 miliar ini sama persis dengan arus kas keluar untuk perolehan saham treasuri di Laporan Arus Kas yang kita bahas sebelumnya.

Jadi perhitungannya pas banget!

Angka di Neraca memberikan gambaran modal historical secara utuh, sedangkan Laporan Arus Kas mencatat transaksi berjalan per periodenya.